41 Tahun RS Abdi Waluyo Jakarta, Terus Komitmen Beri Layanan Berkualitas dan Perpusat pada Pasien

RS Abdi Waluyo Jakarta memasuki usia 41 tahun, terus berkomitmen berikan layanan kesehatan yang berkualitas dan berpusat pada pasien di Indonesia. 

Tayang:
Editor: Dwi Prastika
Istimewa
RUMAH SAKIT - Memasuki usianya yang ke-41 tahun, RS Abdi Waluyo Jakarta (RSAW) semakin meneguhkan komitmennya dalam memberikan layanan kesehatan yang berkualitas dan berpusat pada pasien di Indonesia. Dimulai di tahun 1984, rumah sakit ini dibangun secara independen oleh sekelompok dokter, Senin (26/5/2025). 

TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA - Memasuki usianya yang ke-41 tahun, RS Abdi Waluyo Jakarta (RSAW) semakin meneguhkan komitmennya dalam memberikan layanan kesehatan yang berkualitas dan berpusat pada pasien di Indonesia.

Dimulai di tahun 1984, rumah sakit ini dibangun secara independen oleh sekelompok dokter.

Meskipun menemukan banyak tantangan dalam membesarkan rumah sakit, para dokter yakin bahwa mereka ingin membangun rumah sakit yang didedikasikan untuk masyarakat, tanpa intervensi pihak luar.

RSAW saat ini menjadi bukti nyata pengabdian yang tulus akan selalu menemukan jalan, dan perjuangan tak akan sia-sia.

Keteguhan dan integritas tersebut masih menjadi landasan kuat RSAW hingga hari ini.

“Saya bangun rumah sakit ini untuk masyarakat,” tegas Pendiri Utama RSAW Jakarta, dr Sutrisno T Subagyo, dalam rilis yang diterima pada Senin (26/5/2025).

Sebuah pernyataan yang hingga kini menjadi semangat utama RSAW, untuk bisa berkarya bagi negeri.

“Pada awalnya, banyak sekali pihak yang meragukan saya dan tim, apakah kami sanggup membangun rumah sakit swasta secara independen. Dan memang benar, banyak sekali jatuh-bangun yang kami alami dalam prosesnya. Namun saya tetap yakin dengan tujuan utama kami untuk menolong masyarakat. Sehingga saya banyak berserah dan berdoa agar prosesnya bisa berjalan dengan baik,” ujar dr Sutrisno.

Dibantu oleh dua anaknya, dr Prasetyo Andriono dan dr Sigit Pramono, beserta tim medis dan kurang lebih 400 orang karyawan di rumah sakit, RSAW hingga saat ini bisa melalui segala tantangan dan tetap berdiri tegak untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik.

Baca juga: Varises Bisa Ditangani dengan Laser dalam 2 Jam di Rumah Sakit Royal Surabaya

dr Sutrisno bersama kedua anaknya, serta para dokter lainnya, mencari pendanaan secara mandiri dan perlahan-lahan melengkapi fasilitas rumah sakit.

Ditambah lagi, RSAW juga dilengkapi dengan para dokter terbaik di negeri ini, termasuk di antaranya dokter kepresidenan dan para spesialis dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) yang memiliki reputasi dan kualitas yang tidak diragukan.

Perjalanan membangun RSAW memang tidak selalu berjalan mulus, semua dimulai dari nol.

“Saya ingat pada tahun 1995, saya, dr Sutrisno, dan beberapa dokter berdiri di depan rumah sakit, menunggu kedatangan pasien. Saat itu pasien masih sangat sedikit, tidak seperti sekarang ini. Momen itu menjadi kenangan manis bagi kami, yang tak akan pernah kami lupakan. Bahwa itu adalah bagian dari perjalanan kami menjadi RSAW yang berdiri untuk masyarakat hingga saat ini,” ujar dokter spesialis Neurologi RSAW Jakarta, Prof Dr dr Salim Harris.

Salah satu tonggak penting dalam perjalanan RSAW adalah keberhasilannya menghadirkan teknologi medis canggih, termasuk MRI 3 Tesla dan Photon Counting CT Scan beresolusi tinggi.

Bagi dokter-dokter RSAW saat itu, ini adalah titik pembuktian bahwa RSAW mampu memenuhi standar pelayanan yang dijanjikan kepada masyarakat.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved