Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Sudah Temui Pedagang, Dewan Dorong Percepatan Rencana Meramaikan Pasar Bareng Malang

Sudah temui para pedagang, dewan mendorong percepatan rencana meramaikan Pasar Bareng Malang dengan hadirkan konsep kuliner tematik.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Benni Indo
PASAR BARENG - Kondisi Pasar Bareng Malang, Senin (9/6/2025) pagi. Pasar terlihat sepi dari pembeli dan aktivitas jual beli. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemerintah Kota Malang tengah mewacanakan meramaikan kembali Pasar Bareng Malang menjadi destinasi wisata kuliner yang menyajikan makanan khas Nusantara hingga Timur Tengah.

Inisiatif ini didukung oleh anggota DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi, yang juga merupakan warga Kelurahan Bareng.

Arief mengaku telah bertemu paguyuban pasar sekitar dua pekan lalu.

Pertemuan itu juga berbicara mengenai rencana meramaikan kembali Pasar Bareng dengan cara menjadikannya tujuan wisata kuliner.

Arief juga mengaku bertemu Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Malang untuk melakukan pembicaraan informal mengenai masa depan Pasar Bareng.

Gagasan awal adalah menghidupkan kembali pasar yang kini mulai sepi lantaran kalah bersaing dengan toko modern dan platform belanja daring.

“Pasar Bareng itu sebenarnya masih baik. Hanya perlu diramaikan lagi. Rencananya akan dihidupkan lewat konsep wisata kuliner. Lantai tiga akan dimanfaatkan untuk kuliner khas Nusantara dan Timur Tengah,” ujar Arief, Jumat (13/6/2025).

Soal ide menghadirkan kuliner khas Timur Tengah di lantai tiga, Arief menyebut hal itu bukanlah masalah, justru bisa menjadi nilai jual yang unik.

“Di Jakarta ada kawasan makanan khusus Timur Tengah dan ramai. Jadi kenapa tidak kita coba di Malang? Ini bentuk inovasi dan diversifikasi,” tuturnya.

Tidak hanya lantai tiga, Arief juga mendorong agar lantai dasar yang selama ini masih banyak ruang kosong, bisa difungsikan untuk penjualan buah atau makanan khas yang menarik minat pengunjung.

Ia mengaku sudah mensosialisasikan ide ini kepada para pedagang dan paguyuban di Pasar Bareng.

Baca juga: Tanggapan Pedagang Soal Rencana Ubah Pasar Bareng Malang Jadi Tujuan Kuliner Nusantara

“Saya sudah ngobrol dua minggu lalu dengan teman-teman pedagang. Mereka antusias dan setuju dengan konsep ini. Apalagi konsep wisata kuliner seperti ini terbukti menarik minat di kota-kota lain,” ungkapnya.

Menurut Arief, kondisi Pasar Bareng saat ini dinilai kalah bersaing karena fasilitas yang kurang memadai.

Ia menyoroti sanitasi yang buruk, kios yang tidak tertata rapi, serta belum adanya pembaruan konsep dagang yang menyesuaikan tren pasar.

“Kalau kamar mandi masih kotor, tempat dagangan tidak rapi, ya konsumen enggan datang. Padahal lokasi pasar ini strategis, dekat kawasan Jalan Ijen, Taman Slamet, dan Jalan Sumbing. Harusnya bisa jadi tempat singgah wisatawan,” katanya.

Sebagai pembanding, Arief mencontohkan Pasar Oro-oro Dowo Malang yang sukses bertransformasi menjadi pasar modern dengan produk unggulan.

“Harapannya, pedagang di Pasar Bareng bisa meniru Pasar Oro-oro Dowo. Jadi yang dijual bukan asal-asalan, tapi berkualitas. Bareng bisa jual jadi barang-barang yang baik,” tegasnya.

Arief juga berharap Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat turun langsung meninjau kondisi pasar.

Selain memberi perhatian, hal itu bisa memantik semangat kolaborasi antara pemerintah, pedagang, dan warga.

“Saya sudah komunikasi dengan pak wali. Saya ajak beliau meninjau langsung Pasar Bareng. Beliau itu orang Bareng Kulon, jadi seharusnya punya kedekatan emosional juga,” imbuhnya.

Revitalisasi Pasar Bareng diharapkan menjadi trigger baru untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan dan menghidupkan kembali fungsi sosial-budaya pasar sebagai pusat interaksi masyarakat. 

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan, pengembangan Pasar Bareng akan difokuskan pada integrasi antara kebutuhan pasar tradisional dengan daya tarik kuliner yang kekinian.

“Konsepnya nanti akan kita sesuaikan, akan kita kolaborasikan dengan kuliner. Kita siapkan Pasar Bareng sebagai destinasi belanja baru setelah kita benahi Oro-oro Dowo dan Klojen,” ujar Eko saat ditemui.

Eko menjelaskan, bagian bawah Pasar Bareng selama ini terpantau sepi dan kurang diminati, meski secara lokasi cukup strategis.

Untuk itu, pihaknya akan merancang konsep baru agar pasar ini kembali hidup dan diminati warga.

“Kalau di Pasar Bareng yang bawah ini kan sepi, peminat dan pedagangnya juga sedikit. Tapi karena lokasinya strategis, perlu kita siapkan konsep terbaik untuk warga Malang,” jelasnya.

Salah satu rencana yang sedang digodok adalah menghadirkan kuliner tematik yang belum banyak ditemui di pasar lain.

Ragam makanan dari Nusantara, Asia, hingga Timur Tengah akan dihadirkan agar pasar ini memiliki ciri khas yang kuat dan mampu menarik wisatawan.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved