Ayah di Banyuwangi Bunuh Anak Tiri

Cara Ayah di Banyuwangi Bunuh Anak Tiri, Bekas Luka di Leher Jadi Bukti Polisi

MAT (11), tewas di tangan Sp (33), ayah tirinya, setelah sang ayah tiri terlibat cekcok dengan ibu kandungnya.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Sudarma Adi
ISTIMEWA
TEMPAT KEJADIAN PEMBUNUHAN - Tersangka pembunuhan anak tiri di Banyuwangi di Desa Gombolirang, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Sabtu (28/6/2025) malam. Korban tewas setelah dianiaya. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI- MAT (11), tewas di tangan Sp (33), ayah tirinya, setelah sang ayah tiri terlibat cekcok dengan ibu kandungnya.

Korban diduga tewas akibat dicekik.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra menjelaskan, pelaku meninggal dengan bekas luka di leher.

"Dari keterangan tersangka, korban ini dicekik," kata Rama, Minggu (29/6/2025).

Namun, keterangan tersangka hanya satu dari petunjuk penyebab pasti kematian korban.

Baca juga: BREAKING NEWS: Gegara Cekcok dengan Istri, Ayah di Banyuwangi Tega Bunuh Anak Tiri

Polisi akan memastikan penyebab korban kehilangan nyawa dengan menggelar proses otopsi terhadap jenazah korban.

Otopsi akan dilakukan di RSUD Blambangan oleh dokter forensik RS Bhayangkara Bondowoso pada Minggu (29/6/2025).

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang ayah di Kabupaten Banyuwangi membunuh ayah tirinya, Sabtu (28/6/2025) malam. Penyebabnya, tersangka dan istrinya yang juga ibu kandung korban cekcok.

Kasus tersebut terjadi di Desa Gombolirang, Kecamatan Kabat. Tersangka adalah Sp (33) asal Desa Kabaman, Kecamatan Srono. Sementara korban adalam MAT (11), beralamat di Desa Gombolirang.

Kapolresta menjelaskan, tersangka dan istrinya NIZ (32) memiliki masalah rumah tangga sejak sekitar 10 hari terakhir.

Sang istri yang sebelumnya tinggal bersama tersangkapun akhirnya pulang ke rumah keluarganya di Gombolirang. Di sana ia tinggal bersama kedua anak hasil pernikahan dengan suami sebelumnya.

Sebelum pembunuhan terjadi, tersangka sempat datang ke rumah tersebut untuk membujuk sang istri agar mau pulang dan kembali tinggal bersama. Namun, permintaan itu ditolak oleh istri.

"Di sana mereka terlibat cekcok," kata Rama, Minggu (29/6/2025).

Setelah peristiwa itu, sang istri pergi keluar dengan satu anaknya yang lain. Sementara anak yang menjadi korban berada di rumah. Ia disebut sedang bermain.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved