Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Agam Rinjani Semprot Pemandu Juliana Marins soal Cara Penyelamatan, Harusnya Ada yang Temani

Pemandu senior Agam Rinjani menyoroti cara penyelamatan yang dilakukan saat pertama kali mengevakuasi Marins yang jatuh ke jurang Gunung Rinjani.

KOLASE Instagram @ajulianamarins dan Kompas.com/Hafizh Wahyu Darmawan
CERITA EVAKUASI - Agam Rinjani (kanan), seorang pemandu Gunung Rinjani saat diskusi di Jakarta Selatan, Sabtu (28/6/2025). Ia menceritakan detik-detik evakuasi jasad Juliana Marins (kiri), pendaki asal Brasil yang tewas terperosok di jurang Gunung Rinjani. 

TRIBUNJATIM.COM - Kasus kematian pendaki asal Brasil, Juliana Marins di Gunung Rinjani viral di media sosial.

Pemandu senior Agam Rinjani pun menyoroti cara penyelamatan yang dilakukan saat pertama kali mengevakuasi Marins yang jatuh ke jurang Gunung Rinjani.

Momen-momen awal penyelamatan disorot Agam sehingga tidak maksimal dalam memberikan pertolongan.

Agam Rinjai menyesali saat ada tragedi tersebut sedang tidak ada di sekitar lokasi. 

Ia sedang mengisi sebuah acara penting di Jakarta.

Hal itu mengakibatkan Agam tak bisa dengan maksimal memberikan pertolongan pertama dengan sebaik mungkin kepada Juliana Marins.

Baca juga: Pantas Agam Rinjani Tak Terima Dihujat Tim SAR soal Donasi Rp 1,3 M, Sahabat: Tiket Dia Beli sendiri

Di sisi lain, momen penyelamatan pertama Juliana Marins dinilai kurang maksimal.

Sebab seharusnya pemandu yang mengantarkan Juliana Marins bisa mempunyai kemampuan yang baik soal penyelamatan.

Ia pun lantas mengurai cara terbaik prosesi penyelamatan korban di gunung.

"Dari kemarin sampai sekarang saya merasa bersalah dengan kejadian ini, sampai bisa meninggal si Juliana," kata Agam dikutip dari YouTube CONSINA TV, Senin (29/6/2025), via Tribun Jakarta.

"Kenapa saya ada di Jakarta kan, mungkin kalau saya ada di sana bisa selamat," sambungnya.

Sebagai pemandu, Agam memiliki kemampuan untuk melakukan penyelamatan, paling tidak sambil menunggu tim SAR datang.

Agam Rinjani semprot pemandu Juliana Marins soal cara penyelamatan.
Agam Rinjani semprot pemandu Juliana Marins soal cara penyelamatan. (KOLASE YouTube YIM Official dan Instagram @tyo_survival)

Menurutnya, tim SAR harus menempuh perjalanan yang jauh untuk bisa tiba di lokasi.

Sementara Agam, tinggal berjalan kaki ke belakang rumahnya untuk naik ke Gunung Rinjani.

Agam hanya membutuhkan waktu tiga jam untuk berlari ke TKP.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved