Berita Viral

Curhat Guru Salsa Gaji Sering Telat Dibayar, Pihak Sekolah Elite di Bekasi Masih Ada Utang 1 Bulan

Menurut salah seorang guru, Salsabila Syafwani, dirinya masih belum menerima gaji di bulan Mei hingga dirinya berhenti bekerja atau resign pada Jumat.

|
Editor: Ficca Ayu Saraswaty
Tribun Bekasi/RendyRutamaPutra
SEKOLAH DIDUGA BODONG - Para guru yang bekerja di sekolah swasta diduga bodong, Jalan Baru Perjuangan RT 04 RW 11 Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, mengeluarkan keluh-kesahnya pada Senin (16/6/2025). Mereka mengaku kerap mengalami keterlambatan pembayaran gaji dari pihak sekolah. 

TRIBUNJATIM.COM - Gaji guru sekolah elite di Bekasi ternyata belum dibayar oleh pihak sekolah.

Hal tersebut terungkap dari pengakuan salah seorang guru.

Guru sekolah elit swasta di Jalan Baru Perjuangan RT 04 RW 11 Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi yang diduga bodong, mengungkapkan bahwa saat bekerja di sekolah tersebut gaji mereka sering terlambat dibayar.

Menurut salah seorang guru, Salsabila Syafwani, dirinya masih belum menerima gaji di bulan Mei hingga dirinya berhenti bekerja atau resign pada Jumat (13/6/2025) lalu.

“Masih ada gaji yang belum saya terima, yaitu untuk bulan Mei 2025, dan saat ini saya sudah resign,” kata Salsabila saat dikonfirmasi, Selasa (17/6/2025).

Baca juga: Saryono Guru MI di Daerah Pelosok, Andalkan Gaji 3 Bulan Sekali Rp350 Ribu, Minta Diangkat PNS

Salsabila menjelaskan selama masih bekerja di sekolah itu, ia mengaku tidak pernah menerima gaji tepat waktu.

Bahkan ada guru yang pernah mengalami telat menerima gaji hingga satu bulan lamanya.

“Pembayaran gaji per satu bulan tapi tidak pernah tepat waktu, kami (guru) gajiannya dibagi dua, ada yang digaji tanggal 15 dan 30 atau 31, tapi gaji diberikan pasti lewat satu sampai dua hari, bahkan ada hampir telat 1 bulan, dan tidak dirapel dengan bulanan selanjutnya,” jelasnya.

Salsabila mengaku kecewa karena pihak sekolah belum juga melunasi hak gaji para guru termasuk dirinya.

“Kami kecewa karena kerja di sini (sekolah) juga pakai waktu dan tenaga lalu pikiran, tapi yang kami terima itu tidak sesuai dengan perjanjian, harapannya hak kami diterima secara full atau penuh,” ujarnya.

Hal senada juga diutarakan Anisa Dwi Zahra, menurutnya selama bekerja di sekolah itu dirinya kerap mengalami keterlambatan gaji kurun waktu dua hingga tiga hari.

“Sebenarnya kalau saya gajian di tanggal 30 tapi suka telat beberapa hari, telat dua sampai tiga hari,” tutur Anisa.

Selain itu, Anisa menyampaikan seusai dirinya dan enam guru lainnya memastikan resign massal pada Jumat (13/6/2025), pihak sekolah belum juga membayarkan satu bulan gaji mereka.

“Harapannya saya mendapatkan hak saya untuk gaji bulan Mei dan sekarang aja udah bulan Juni tapi bulan Mei itu belum digaji, istilahnya sekolah masih ada utang satu bulan gaji ke saya,” ujarnya.

Baca juga: Jika Gaji Guru Ditanggung Pemerintah, MKKS SMP Swasta Kabupaten Malang Siap Dukung Sekolah Gratis

Janjikan Kurikulum Cambridge

SEKOLAH ELITE BODONG - Momen saat orangtua murid datang ke sekolah swasta mewah di Jalan Baru Perjuangan RT 04 RW 11 Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Senin (16/6/2025). Ortu siswa kecewa karena sekolah berhenti operasi tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan.
SEKOLAH ELITE BODONG - Momen saat orangtua murid datang ke sekolah swasta mewah di Jalan Baru Perjuangan RT 04 RW 11 Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Senin (16/6/2025). Ortu siswa kecewa karena sekolah berhenti operasi tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan. (Wartakotalive.com/Rendy Rutama)
Sumber: Tribun depok
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved