Bau Mulut Jadi Gejala Usus Kotor, Gathering Para Dokter Bahas Pentingnya Detoksifikasi Usus

Menjaga kesehatan usus sama pentingnya menjaga kesehatan organ tubuh lainnya.

Tayang:
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Ndaru Wijayanto
tribunjatim.com/Nur Ika Anisa
BAHAS KESEHATAN USUS - Para dokter di Surabaya dan Sidoarjo berkumpul untuk membahas pentingnya detoksifikasi usus di Boncafe Surabaya, Minggu (6/7/2025). Dalam pertemuan itu disebutkan bahwa kondisi bau mulut kronis sering sendawa jadi gejala usus kotor 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Menjaga kesehatan usus sama pentingnya menjaga kesehatan organ tubuh lainnya.

Saat usus tidak sehat dapat ditandai oleh beberapa kondisi. Salah satunya bau mulut kronis yang menjadi satu gejala usus kotor.

“Ciri-ciri usus sedang bermasalah, mulai ringan sampai berat. Seperti bau mulut, sampai gigi karies dan berlubang, sering sendawa, maag,” ujar dr. Festine Rohrich selaku Chensora Medical Expert ditemui di Gubeng Surabaya, Minggu (6/7/2025).

Dalam kebanyakan keadaan, bau mulut kronis berasal dari mikroba penyebab bau yang berada di antara gigi, gusi dan lidah.

Kesehatan usus yang terganggu disebut dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti peradangan usus, maag, tukak lambung hingga pendarahan usus.

“Kalau kita bicara yang ringan, kok bau mulut terus padahal sudah di cek kondisi gigi baik-baik saja, nah bisa juga mulai dipertimbangkan kondisi ususnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa, proses detoksifikasi usus sangat penting untuk mengurangi tumpukan kotoran dari berbagai kandungan makanan sehari-hari.

Dalam acara gathering ChenSora bersama para dokter ini, turut mendiskusikan terkait pentingnya kesehatan pencernaan dan nutrisi vitamin anak. 

Pihaknya juga menyebutkan manfaat Kokkai yang dirancang khusus untuk membantu proses detox usus dan pembakaran lemak.

Menggabungkan kesehatan dan perawatan kecantikan dari dalam, minuman gel tersebut diklaim mengandung bahan-bahan alami.

“Terkait kesadaran masyarakat, kadang masyarakat takut menggunakan bahan kimia obat jadi kami hadir dan didukung oleh BPOM yang mulai mengesahkan bahan natural dan itu semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berani konsumsi bahan lebih natural atau herbal,” ungkapnya.

Selain terkait kesehatan usus, dalam gathering ini juga membahas asupan nutrisi tambahan pada anak.

dr. Vidhya Utami Soesetyo menyebut, nutrisi tambahan mendukung modifikasi gaya hidup sehari-hari. Salah satunya melalui pyon pyon yang mendukung tumbuh kembang anak.

“Anak-anak sudah hidup di era digital, pyon pyon punya komposisi vitamin, asam amino, pengganti serat, jadi misal anak-anak susah makan sayur dan buah, ini bisa membantu menutrisi, melindungi kesehatan mata anak,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved