Taman Harmoni Surabaya akan Punya Wajah Baru, Dilengkapi Zona Taman Bermain hingga Mancanegara

Taman Harmoni Surabaya akan punya wajah baru dengan konsep yang terkini, dilengkapi Zona Taman Bermain, Bersantai hingga Mancanegara.

Tayang:
Istimewa/TribunJatim.com/Pemkot Surabaya
REVITALISASI TAMAN HARMONI - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meninjau Taman Harmoni Surabaya, Rabu (9/7/2025). Mengusung konsep baru, taman ini akan kembali diresmikan pada awal Agustus 2025 mendatang. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Taman Harmoni di Keputih, Surabaya, dibenahi.

Usung konsep baru, taman tersebut akan diluncurkan kembali (re-launch) pada awal Agustus 2025 mendatang.

Taman Harmoni Keputih sebelumnya merupakan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.

Namun, Wali Kota Surabaya periode 2015-2020, Tri Rismaharini kemudian mengubah kawasan ini menjadi taman dan mulai diresmikan pada 17 Mei 2019 silam.

Oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Taman Harmoni kemudian kembali direvitalisasi.

Bukan sekadar ruang terbuka hijau, Taman Harmoni kini bertransformasi dengan memadukan rekreasi, edukasi, dan konservasi lingkungan.

"Alhamdulillah, hasil revitalisasi Taman Harmoni ini sangat memuaskan dan sesuai harapan. Insyaallah akan ada penambahan di setiap zona untuk menciptakan ciri khas tersendiri, yang saat ini sedang dalam pengerjaan oleh tim,” kata Wali Kota Eri saat meninjau Taman Harmoni, Rabu (9/7/2025).

Baca juga: Rencana Pembangunan Flyover Taman Pelangi di Surabaya, Hubungkan Jalan Ahmad Yani-Jemur Andayani

Wali Kota Eri menargetkan peresmian kembali Taman Harmoni akan menjadi kado HUT ke-80 Republik Indonesia (RI).

“Tanggal 1 atau 2 Agustus, bertepatan bulan kemerdekaan, tempat ini akan kami buka dan resmikan. Saat ini masih ada sedikit pembenahan,” ujar dia.

Momentum tersebut dipilih untuk menggelorakan semangat merdeka dari sampah.

Sampah di Surabaya harus terus dikurangi dengan cara memilah sampah sejak dari rumah.

“Pesan yang ingin kami sampaikan adalah tempat ini dulunya tempat sampah, dan karena kita mau memilah sampah, kini bisa jadi taman indah seperti ini. Itulah yang kami harapkan," imbuhnya.

Taman ini akan memiliki beberapa zona. Di antaranya, Zona Taman Bermain atau playground yang akan dibagi berdasarkan usia (5 tahun ke atas dan 5 tahun ke bawah) dan dilengkapi dengan kelinci serta ayam kate, sehingga memungkinkan anak-anak berinteraksi dengan hewan.

Ada pula Zona Mancanegara seperti Zona Korea, Zona Afrika, dan Zona Amerika.

Zona Korea akan hadir dengan jembatan khusus tempat pengunjung dapat memasang gembok seperti di Korea.

Zona Afrika dan Amerika akan ada penambahan signifikan dengan ciri khas hewan dan bentuk rumah yang mencerminkan benua tersebut.

"Di Zona Amerika, akan ada representasi Suku Indian dan patung dekorasi koboi untuk memperkuat atmosfer,” paparnya.

Selanjutnya, Zona Rekreasi dan Edukasi, menyediakan area outbound lengkap dengan flying fox, area menunggang kuda poni, serta Taman Lalu Lintas sebagai sarana edukasi anak-anak tentang rambu dan aturan lalu lintas. Selain itu, ada juga zona ATV.

Ada pula Zona Bersantai yang menyediakan area khusus untuk lesehan dan bersantap.

"Untuk zona tematik seperti Afrika dan Amerika, rumput tidak boleh diduduki karena diperuntukkan bagi pengunjung yang ingin menikmati pemandangan. Tapi, nanti ada area lesehan khusus yang telah kami siapkan,” terangnya.

Panggung Utama Taman Harmoni juga akan difungsikan untuk pertunjukan seni.

Di hari atau malam tertentu, akan ada pertunjukan musik dengan pemusik bergantian, memungkinkan pengunjung ikut bernyanyi bersama atau memberikan apresiasi.

Pengunjung tidak diperkenankan membawa makanan dari luar, melainkan hanya boleh membeli makanan dari tenant atau UMKM yang tersedia di dalam Taman Harmoni.

"Dengan demikian, akan menggerakkan roda perekonomian UMKM lokal. Layanan sewa tikar juga akan disediakan oleh UMKM setempat,” tuturnya.

Terkait biaya masuk, Pemkot Surabaya akan mengkaji kemungkinan menyediakan tiket voucher. Jika berbayar, konsepnya adalah membeli voucher senilai Rp 15.000 yang dapat ditukarkan untuk membeli makanan atau menyewa tikar dari UMKM.

"Filosofi di balik biaya masuk berbayar ini adalah untuk menggerakkan ekonomi melalui gotong royong dan kebersamaan. Dana yang terkumpul bukan semata-mata untuk pemkot, melainkan untuk membantu masyarakat dan menggerakkan ekonomi lokal," jelasnya.

Kemudian, sekitar 10 persen dari tiket masuk akan dialokasikan untuk perawatan taman sehingga tidak membebani APBD.

"Kami ingin ini menjadi contoh, dari Surabaya untuk orang Surabaya, di mana masyarakat yang mampu dapat membantu yang kurang mampu, menciptakan kebahagiaan bagi seluruh warga Surabaya," katanya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved