Pemkab Sidoarjo Terus Matangkan Program Bus Sekolah Gratis, Bakal Sediakan 5 Kendaraan

Pemkab Sidoarjo hingga kini masih terus mematangkan rencana program bus sekolah gratis untuk pelajar, bakal sediakan lima kendaraan di tahap awal.

Tayang:
Penulis: M Taufik | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/M Taufik
BUS SEKOLAH - Bupati Sidoarjo, Subandi saat diwawancarai tentang rencana layanan bus sekolah gratis untuk siswa Sidoarjo, Senin (22/7/2025). Program layanan bus sekolah gratis untuk pelajar terus dimatangkan. 

Bus itu beroperasi menyesuaikan jam berangkat dan pulang sekolah para siswa.

Untuk tahap awal itu, direncanakan rute yang dilayani baru wilayah Kecamatan Buduran-Sidoarjo, Candi-Porong, dan Wonoayu.

Wonoayu dipilih karena diketahui banyak siswa dari kawasan itu yang bersekolah di SMAN 4 Sidoarjo.

Menurut Benny, penentuan sekolah dilakukan berdasar lokasi strategis dan jumlah siswa.

Bus sekolah gratis Sidoarjo ini disesuaikan dengan standar keselamatan dan kenyamanan pelajar. Juga, dilengkapi identitas khusus sebagai armada angkutan sekolah.

Pemkab Sidoarjo bakal mengalokasikan dana sekira Rp 4 miliar melalui APBD 2026 untuk merealisasikan program tersebut.

Ke depannya, program tersebut juga bakal terus ditingkatkan dan diperluas secara bertahap sampai melayani seluruh wilayah di Kabupaten Sidoarjo.

Program itu juga sepertinya bakal mulus saat melalui pembahasan di DPRD Sidoarjo.

Karena, Ketua DPRD Sidoarjo, Abilah Nasih juga sudah memberikan lampu hijau.

Politisi PKB tersebut menyatakan persetujuannya atas program yang sedang disiapkan Pemkab Sidoarjo untuk para siswa itu.

Bahkan, Nasih menyebut, layanan itu bisa ditingkatkan dengan nelibatkan angkot.

“Cakupannya bisa diperluas. Bus kan hanya bisa beroperasi di jalur tertentu, nah untuk jalur perluasannya bisa memanfaatkan angkot untuk penguatan program itu,” kata dia.

Dicontohkannya untuk menjangkau kawasan padat penduduk seperti Waru, Taman, Kota, dan sebagainya, pemberdayaan angkot dirasa bakal efektif untuk memberikan layanan antar jemput bagi para siswa saat berangkat dan pulang sekolah.

Ketua dewan juga mengusulkan untuk digunakan sistem abonemen.

Dicontohkan ketika pelajar membutuhkan layanan angkot, bisa berlangganan kemudian bayarnya pakai kupon. Kupon itu yang kemudian bisa ditagihkan oleh sopir angkot ke pemerintah.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved