Warga Kabupaten Kediri Diperingatkan Tidak Menjual Kembali Beras Bantuan
Penyaluran bantuan pangan berupa beras kembali dilakukan Pemerintah Kabupaten Kediri di Balai Desa Bulupasar Kecamatan Pagu, Senin (28/7/2025).
Penulis: Isya Anshori | Editor: Ndaru Wijayanto
Poin penting:
- Penyaluran Bantuan Beras untuk 197 Penerima
- Penyaluran bantuan di Kabupaten Kediri telah mencapai sekitar 80 persen
- Penerima manfaat dilarang menjual kembali beras bantuan
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Isya Anshori
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Penyaluran bantuan pangan berupa beras kembali dilakukan Pemerintah Kabupaten Kediri di Balai Desa Bulupasar Kecamatan Pagu, Senin (28/7/2025).
Sebanyak 197 penerima bantuan pangan (PBP) di desa tersebut menerima bantuan beras sebanyak 20 kilogram per keluarga.
Kepala Bulog Kediri Harisun menegaskan bahwa bantuan ini merupakan program nasional yang bertujuan untuk mencukupi kebutuhan pokok warga kurang mampu serta menstabilkan harga pangan khususnya beras di pasaran.
"Hari ini kami salurkan 20 kilogram beras untuk masing-masing dari 197 PBP di Desa Bulupasar. Penyaluran sudah berjalan sekitar 80 persen dari total keseluruhan di Kabupaten Kediri. Target kami, hari Rabu lusa seluruh distribusi sudah rampung," ungkap Harisun usai acara.
Bantuan ini berasal langsung dari pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah berharap beras bantuan tersebut dikonsumsi oleh penerima manfaat, bukan diperjualbelikan kembali di pasaran. Dimana dalam praktiknya di media sosial saat ini ada beberapa akun yang menjual dengan harga Rp 120 ribu per 10 kg.
Baca juga: Kabupaten Mojokerto Diguyur Bantuan Pangan, Setiap Keluarga Terima Beras 20 Kg
"Kami minta, jangan sampai beras bantuan ini dijual kembali. Ini harusnya dikonsumsi oleh keluarga penerima manfaat," tegasnya.
Menurut Harisun, beras yang dibagikan merupakan jenis medium, namun dari kualitas fisiknya masuk dalam kategori beras super atau premium. Dengan demikian, diharapkan bisa benar-benar membantu kebutuhan pangan keluarga penerima manfaat.
"Kami ingin bantuan ini tepat sasaran. Mekanisme pendataan pun lebih ketat dibanding tahun lalu, kini harus diverifikasi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perdagangan serta disetujui Satgas Pangan agar tidak terjadi penyelewengan," tambah Harisun.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri juga hadir dalam kegiatan pembagian beras ini dengan menggelar layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para penerima manfaat. Layanan ini sekaligus sebagai deteksi dini berbagai penyakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr. Ahmad Khotib menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) khususnya menyasar warga yang sudah lanjut usia atau kelompok risiko.
"Pemeriksaan meliputi tekanan darah, berat badan, tinggi badan, serta risiko diabetes dan hipertensi. Masyarakat cukup datang ke lokasi, tidak perlu jauh-jauh ke fasilitas kesehatan," jelasnya.
Khatib menambahkan bahwa meskipun juknis nasional terkait PKG menyasar anak usia sekolah 7-17 tahun, pihaknya tetap rutin menyelenggarakan layanan serupa untuk masyarakat umum, termasuk lansia, seperti di Desa Bulupasar ini.
"Untuk anak-anak nanti menunggu aplikasi nasionalnya siap. Sementara, pemeriksaan bagi warga dewasa dan lansia kami jalankan secara rutin sesuai permintaan dari desa," katanya.
| Kunjungi Tribun Jatim Network, Biznet Perkuat Kolaborasi Media dan Edukasi Internet Berkualitas |
|
|---|
| Anggota Komisi D DPRD Jatim Soroti Infrastruktur ke Tempat Wisata di Situbondo |
|
|---|
| Mas Dhito Serahkan LKPD 2025 ke BPK Jatim: Pastikan Tiap Rupiah Berdampak Nyata bagi Warga Kediri |
|
|---|
| Pasca Kerusuhan 2025, Rehab Kantor Pemkab Kediri Dikebut dan Dilengkapi Sistem Keamanan |
|
|---|
| LKPJ 2025 Kabupaten Kediri Tunjukkan Kinerja Positif, Dorong Raperda Tingkatkan Pelayanan Publik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Warga-Kabupaten-Kediri-Diingatkan-Tidak-Menjual-Kembali-Beras-Bantuan.jpg)