Berita Viral

Nasib Ojol Rosdewi sudah Damai dengan Konsumen Tapi Akunnya Masih Disuspend Hingga Trauma

Keributan antara Rosdewi dan konsumennya itu terjadi pada Minggu (20/7/2025) di Perumahan Vila Kenali, Kota Jambi, Provinsi Jambi.

Tayang:
Editor: Torik Aqua
KOMPAS.COM/ARYO TONDANG
DAMAI - Rosdewi (40) memperlihatkan surat perjanjian damai dirinya dengan konsumen, dalam laporan penganiayaan, Selasa (29/7/2025). Setelah damai dengan konsumen, akun Rosdewi masih di-suspend, kini ia masih menjadi pemulung. 

Ia juga mengungkapkan niatnya untuk membuka usaha kuliner sebagai langkah baru.

Ia menyatakan, banyak pihak yang memberikan dukungan, termasuk dari Grab.

"Mungkin saya akan buka sedikit usaha baru, tapi dalam bidang resto (kuliner), buat Grab Food gitu, dan pihak Grab ini mau bantu saya," katanya. 

"Jadi istilahnya saya kan beralih ke situ (kuliner) saja kali ya," sambungnya. 

Meskipun demikian, Rosdewi tidak menutup diri untuk membuka peluang usaha lain sebagai sumber rezeki sehari-hari.

Sedangkan pihak korban atau konsumen enggan untuk memberikan tanggapan terkait perdamaian ini dan menolak diwawancarai oleh awak media.

Rosdewi, yang sudah menjadi driver ojol sejak 2016, mengaku ini adalah pertama kakinya terlibat masalah dengan konsumen.

Ia pun merasa terpuruk setelah akunnya di-suspend akibat video keributannya viral di media sosial.

"Saya tidak pernah mau nyakiti orang, Pak. Saya cuma cari makan," katanya dengan nada sedih saat diwawancarai di kediamannya.

Kronologi kejadian

 DRIVER OJOL JADI PEMULUNG - Driver ojol Rosdewi (40) di kediamannya di Kota Jambi, Selasa (22/7/2025). Ia terpaksa menjadi (KOMPAS.COM/ARYO TONDANG) (KOMPAS.COM/ARYO TONDANG)
Keributan berawal saat Rosdewi menerima pesanan ayam bakar rempah madu atas nama konsumen Alika Alihandra.

Setelah mengantar pesanan, ia mengalimi masalah ketika meminta pembayaran.

"Saya bilang belum masuk, saya lihat dia memang lagi ngetik-ngetik di HP. Biasalah kan, saya pikir jaringan," ujarnya.

Setelah menunggu lama dan tidak ada notifikasi pembayaran, ia pun meminta pembayaran tunai.

Akan tetapi konsumen menolak dan mengklaim bahwa pesanan sudah dibayar.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved