Berita Viral
Nurmiah Pasrah Bayinya 18 Bulan Derita Gizi Buruk, Tak Pernah Dapat Bantuan
Nurmiah pasrah anaknya menderita gizi buruk. Ia tak memiliki biaya untuk merawat bayinya yang berusia 18 bulan.
TRIBUNJATIM.COM - Seorang ibu rumah tangga di Dusun Sodangan, Desa Uhaimate, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) bernama Nurmiah pasrah bayinya berusia 18 bulan menderita gizi buruk.
Ia tak mampu memenuhi kebutuhan bayinya karena keterbatasan ekonomi.
Ia mengandalkan bantuan pemeritah desa setempat untuk merawat anaknya, namun Nurmiah luput dari perhatian.
Padahal jarak rumahnya dari Kantor Desa Uhaimate sangatlah dekat.
Akan tetapi, dia mengaku anaknya tidak pernah tersentuh bantuan.
"Padahal jarak rumah saya dari kantor desa sangat dekat, tapi tidak pernah dikunjungi," ungkap Nurmiah saat dihubungi Tribun Sulbar, Jumat (15/8/2025).
Baca juga: Nasib Bocah SD Korban Bully Tewas Dibakar Teman Sekolah saat Pelajaran, Sempat Alami Gizi Buruk
Karena tidak memiliki biaya, Nurmiah harus menanggalkan jadwal pemeriksaan anaknya besok hari.
Dia merasa sudah berpasrah atas derita gizi buruk dialami oleh anaknya.
"Besok itu jadwalnya lagi untuk periksa tapi saya sudah tidak punya biaya," keluhnya.
Tidak Ada Respons Pemdes
Nurmiah mendengar kabar, jika pihak puskesmas sudah berupaya koordinasi dengan pemerintah desa, tapi tidak ada respons hingga saat ini.
Diapun merasa kecewa dengan pemerintah desa yang tidak memberikan layanan kepada warganya.
Ia juga menyebut Desa Uhaimate termasuk desa dengan kasus stunting di Kecamatan Kalukku.
Menurut Nurmiah, bantuan untuk penanganan stunting terakhir kali masuk ke desanya pada 2023.
Bantuan tersebut pun, katanya, tidak sesuai dan tidak layak konsumsi.
Mamuju
gizi buruk
Desa Uhaimate
Nurmiah
Tribun Jatim
TribunJatim.com
jatim.tribunnews.com
berita viral
| Dedi Mulyadi Tak Salahkan Guru yang Potong Rambut Siswi karena Diwarnai, Minta Murid Tak Sakit Hati |
|
|---|
| Guru SMKN Potong Paksa Rambut Siswi Berhijab yang Ketahuan Diwarnai, Wali Murid Tuntut Guru Dimutasi |
|
|---|
| Guru SDN Hukum Siswa Makan Tanah Lumpur karena Tak Mau Berhenti Main Bola, Wali Murid Ngamuk |
|
|---|
| Sosok AKBP Saharudin, Perwira Polda Kalsel yang Tak Terima Ditegur karena Merokok Sambil Nyetir |
|
|---|
| Pendapatannya Rp 500 Ribu Sebulan, Any Guru Honorer Tetap Semangat Ngajar dan Hidupi 3 Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Nurmiah-pasrah-anak-derita-gizi-buruk.jpg)