Tekad Ksatria Muda Unair Taklukkan Gunung Arjuno Demi Kontribusi Hijau

Di balik gagahnya bendera merah putih sepanjang 80 meter yang akan berkibar di puncak Gunung Arjuno

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/SULVI SOFIANA
PEMBERANGKATAN WANALA - Pelepasan 25 mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Wanala untuk mengikuti Ekspedisi 80 Gunung Arjuno di Hall Lt 1 Kantor Manajemen, Kampus MERR-C, Jumat (15/8/2025), dipimpin langsung oleh Rektor Unair Prof. Dr. Muhammad Madyan, SE., M.Si., M.Fin., bersama Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unair, Dr (H.C.UA) Khofifah Indar Parawansa, M.Si. Agenda ini menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia yang akan berlangsung pada Minggu (17/8/2025) 

Poin Penting:

  • Tujuan Utama: Mengibarkan bendera Merah Putih sepanjang 80 meter di puncak Gunung Arjuno pada 17 Agustus 2025.
  • Persiapan Matang: Tim terdiri dari 25 mahasiswa yang telah melewati seleksi ketat dan serangkaian latihan fisik intensif. Mereka sudah terbiasa dengan pendakian gunung, sehingga siap menghadapi tantangan di jalur Sumber Brantas.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sulvi Sofiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Di balik gagahnya bendera merah putih sepanjang 80 meter yang akan berkibar di puncak Gunung Arjuno pada 17 Agustus nanti, ada 25 mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) yang tengah menyiapkan fisik dan mental mereka.

Mereka adalah anggota UKM Wanala, organisasi pecinta alam UNAIR, yang dipercaya mewakili kampus dalam Ekspedisi 80 Gunung Arjuno.

Ketua UKM Wanala, Muhammad Rizqi, menyebut perjalanan ini bukan hal baru bagi mereka. Dari 50 anggota yang mendaftar, hanya 25 yang akhirnya terpilih setelah melalui seleksi ketat.

“Fisik teman-teman sudah terlatih. Sebagian pernah mendaki Arjuno, sebagian lainnya terbiasa di gunung seperti Penanggungan atau Butak. Jadi kami siap menaklukkan jalur Sumber Brantas yang dikenal terjal,” ujar Rizqi usai pemberangkatan di kampus C Unair, Jumat (15/8/2025) malam.

Baca juga: Khofifah Lanjutkan Kepemimpinan IKA Unair dalam Munas IX, Dinilai Banyak Kemajuan

Latihan rutin seperti lari, push up, hingga simulasi backup sudah mereka jalani berminggu-minggu. Persiapan logistik pun disusun dengan detail.

“Pendakian diperkirakan 15 jam. Kami akan bermalam di jalur, dua hari satu malam. Untuk perlengkapan sebagian besar bawa pribadi, sisanya dukungan dari universitas dan alumni,” tambahnya.

Namun, misi mereka bukan sekadar menaklukkan puncak. Wanala UNAIR juga akan menanam 2.000 bibit cemara gunung dan eukaliptus di sekitar Pos 1 Jalur Sumber Brantas.

Baca juga: Kupas Tuntas Strategi Investasi, KSPM FEB Unair Hadirkan Pakar Saham Di National Investalk 2025

“Menanam pohon berarti menanam kehidupan. Kami ingin ekspedisi ini bukan hanya kebanggaan, tapi juga kontribusi nyata bagi lingkungan,” tegas Rizqi.

Sedangkan Rektor Unair, Prof. Dr. Muhammad Madyan, SE., M.Si., M.Fin. menegaskan, ekspedisi ini bukan sekadar pendakian, melainkan simbol perjuangan yang diwariskan para pahlawan.

“Pendakian ini adalah tantangan fisik dan mental. Namun bagi Ksatria Airlangga, ini kesempatan untuk menguji diri, memperkuat persatuan, dan menyalakan kembali semangat perjuangan 80 tahun lalu,” ujar Prof. Madyan.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved