Antisipasi Anomali Cuaca, BPBD Kediri Tingkatkan Kewaspadaan Bencana
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri meningkatkan kewaspadaan menghadapi anomali cuaca yang belakangan kerap memicu hujan
Penulis: Isya Anshori | Editor: Sudarma Adi
Poin Penting:
- Anomali Cuaca: Hujan lebat dan angin kencang yang sering terjadi.
- Wilayah Rawan: Kecamatan Mojo, Ringinrejo, Kras, Kandat, Plosoklaten, Ngancar, Pare, Papar, Plemahan, Kunjang, dan Purwoasri.
- Kesiapsiagaan: Penempatan gergaji mesin dan mobil skylift, serta kolaborasi dengan DLH.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Isya Anshori
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri meningkatkan kewaspadaan menghadapi anomali cuaca yang belakangan kerap memicu hujan lebat disertai angin kencang.
Beberapa wilayah di Kediri disebut sebagai titik rawan bencana, terutama pohon tumbang dan kerusakan akibat terpaan angin.
Kepala BPBD Kabupaten Kediri menyebut, sejumlah kecamatan menjadi langganan terdampak angin kencang. Wilayah tersebut antara lain Kecamatan Mojo, Ringinrejo, Kras, Kandat, Plosoklaten, Ngancar, Pare, Papar, Plemahan, Kunjang, hingga Purwoasri. Jalan-jalan yang dipenuhi pepohonan besar juga disebut rawan insiden pohon tumbang saat angin menerjang.
"Setiap saat kami siaga. Peralatan seperti gergaji mesin sudah kami tempatkan, termasuk di pos-pos Satpol PP dan Damkar di Pare, Ngadiluwih, dan Grogol. Jadi jika ada kejadian, tim di lapangan bisa langsung bergerak cepat," kata Kalaksa BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Djoko Sukrisno saat ditemui di kantornya, Kamis (21/8/2025) siang pukul 11.20 WIB.
Selain gergaji mesin, BPBD juga menyiagakan mobil unit skylift untuk menjangkau pohon berukuran tinggi. Di sisi lain, pihaknya juga mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sehingga proses evakuasi pohon tumbang bisa lebih cepat dan aman.
Baca juga: Gelar Gladi ANBK, SMPN 2 Ngasem Kediri Pinjam Laptop ke Dinas Pendidikan Hingga Guru
Dalam insiden terbaru, hujan deras disertai angin kencang pada Rabu (20/8/2025) sore menimbulkan sejumlah kerusakan. Tercatat tiga titik terdampak di Kabupaten Kediri. Di Desa Wonojoyo Kecamatan Gurah, sebuah pohon flamboyan berdiameter 50 cm tumbang.
Sementara di Desa Tugurejo Kecamatan Ngasem, sebuah kanopi beterbangan dan menutup jalan. Kasus serupa terjadi di Desa Blabak Kecamatan Kandat, di mana pohon sono berdiameter 60 cm tumbang melintang di jalan.
"Alhamdulillah, penanganan bisa diselesaikan malam itu juga sekitar pukul 20.00 WIB. Kendala kami sempat muncul karena ada kabel listrik yang tertimpa pohon. Untuk itu, kami koordinasi dengan PLN agar aman sebelum dilakukan pemotongan," jelasnya.
BPBD Kediri juga rutin memperbarui informasi prakiraan cuaca kepada masyarakat. Dengan kondisi anomali cuaca yang sulit diprediksi, warga diminta waspada terhadap potensi bencana, terutama yang tinggal di sekitar pepohonan besar dan kawasan rawan angin.
"Kami berharap masyarakat aktif mengupdate informasi cuaca dan lebih hati-hati saat beraktivitas di luar rumah. Siaga dan waspada menjadi kunci agar risiko bencana bisa diminimalkan," pungkas pejabat BPBD Kediri.
| Skuad Borneo FC Masih Tertinggal di Surabaya seusai Lawan Madura United, Imbas Kendala Tiket Pesawat |
|
|---|
| Saiful Mujani Angkat Bicara Soal Pernyataan Jatuhkan Prabowo, Tegaskan Bukan Bentuk Makar |
|
|---|
| Pengusaha Wildan Palsukan Akta Kapal hingga Untung Rp 21 Miliar, Modus Jual Beli ke Diri Sendiri |
|
|---|
| Presiden Prabowo Banjir Kritikan, Mahfud MD Tegaskan Hak Demokrasi Bukan Makar |
|
|---|
| Ajax Kalah, Maarten Paes Jadi Sasaran Kritik Pengamat Sepak Bola Belanda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kalaksa-BPBD-Kabupaten-Kediri-Stefanus-Djoko-Sukrisno-saat-memberikan.jpg)