Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Eksplorasi Hutan Mangrove, Siswa SAIM Surabaya Antusias Praktik Pembibitan hingga Produk Olahan

Puluhan siswa kelas 5 Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) Surabaya mengikuti pembelajaran langsung di Kebun Raya Mangrove

Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Ndaru Wijayanto
Dok. SAIM
PELAJARI MANGROVE - Para siswa kelas 5 Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) Surabaya mengikuti pembelajaran langsung di Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar, Surabaya, Rabu (20/8/2025). Tujuannya agar mereka memahami manfaat mangrove tidak hanya dari sisi ekologi tetapi juga ekonomi masyarakat. 

Poin penting:

  • 78 Siswa SAIM mengikuti pembelajaran langsung di Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar
  • Siswa mempelajari jenis tanaman, struktur akar, fauna mangrove, serta mencoba pembibitan propagul mangrove tanjang. 
  • Guru SAIM menekankan pentingnya menjaga alam sebagai bentuk amanah "Khalifatullah fil ardh".

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Puluhan siswa kelas 5 Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) Surabaya mendapat pengalaman seru dan berkesan saat mengikuti pembelajaran langsung di Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar, Surabaya.

Sebanyak 78 siswa diajak mengenal lebih dekat ekosistem mangrove, mulai dari jenis tanaman, struktur akar, hingga berbagai fauna yang hidup di kawasan tersebut.

Tidak hanya itu, mereka juga berkesempatan mempraktikkan pembibitan mangrove jenis tanjang di media lumpur dengan panduan instruktur.

“Anak-anak lebih antusias kalau langsung praktik dibanding hanya melihat gambar atau video di kelas. Melalui cara ini, mereka bisa lebih paham dan punya rasa cinta terhadap alam,” ungkap Ustadz Ahmad Muhibullah, guru SAIM kepada TribunJatim, Jumat (22/8/2025).

Ustadz Muhib menyampaikan, kegiatan yang digelar Rabu (20/8/2025) diawali dengan pemutaran video profil Kebun Raya Mangrove Wonorejo, lalu dilanjutkan berkeliling hutan mangrove serta mengunjungi aviary.

Para siswa juga dikenalkan pada produk olahan mangrove dan kerajinan warga sekitar.

Baca juga: Kebun Raya Mangrove Surabaya Mendunia, Resmi Bergabung dengan World Mangrove Center dan BGCI

Sehingga mereka memahami manfaat mangrove tidak hanya dari sisi ekologi tetapi juga ekonomi masyarakat.

Ustadz Muhib menambahkan, pembelajaran tematik di SAIM memang selalu dirancang integratif.

Tidak hanya dari sisi sains, tetapi juga sosial, ekonomi, bahkan nilai akidah.

“Dalam Islam, manusia diberi amanah sebagai Khalifatullah fil ardh atau wakil Allah menjaga bumi. Anak-anak belajar bahwa menjaga alam adalah bagian dari tugas itu,” jelasnya.

Kegiatan ini pun menjadi bagian dari pembelajaran berkelanjutan. Sebelumnya, siswa telah melakukan penelitian di kelas tentang pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tanaman kangkung.

Baca juga: HUT Pertama Kebun Raya Mangrove, Ratusan Anak Bareng Pemkot Surabaya Tanam 3.000 Bibit Mangrove

Dengan metode seperti ini, mereka diharapkan memiliki memori pembelajaran yang lebih kuat dan bisa diterapkan hingga dewasa.

“Harapannya, anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga benar-benar mencintai dan menjaga lingkungan. Di mana pun mereka berkarya nanti, mereka tetap ingat untuk melestarikan alam,” pungkasnya.

Sementara itu, siswa bernama Kiran mengatakan antusiasnya dalam mempelajari pohon mangrove dan turut serta dalam menjaga lingkungan.

“Ternyata melakukan pembibitan propagul mangrove itu tidak sulit, kalau mengikuti langkah yang benar. Saya bangga bisa ikut pembibitan untuk masa depan lingkungan,” ucapnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved