Honor Guru Honorer Lumajang Belum Jelas, Kemenag Masih Cari Solusi Terbaik

Kemenag Kabupaten Lumajang masih mencari solusi terkait pemberian honor bagi guru honorer yang di bawah naungan Kemenag. 

Tayang:
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/ERWIN WICAKSONO
HONOR GURU HONORER : Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Abdul Rofik ketika menemui wartawan untuk konfirmasi. Kemenag Lumajang masih butuh waktu untuk mencari solusi pemberian honor bagi guru honorer. 

Poin penting:

  • Kemenag Lumajang masih cari solusi soal honor guru honorer
  • Seluruh guru honorer madrasah di Lumajang masih berada di bawah naungan kemenag
  • Pemkab Lumajang menyiapkan anggaran untuk insentif guru ngaji dan marbot masjid

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Lumajang masih mencari solusi terkait pemberian honor bagi guru honorer yang di bawah naungan Kemenag. 

Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Abdul Rofik menjelaskan pembicaraan mengenai kepastian siapa yang akan berwenang penuh terhadap pembayaran honor bagi guru honorer masih dibicarakan. 

"Masih kami cari solusinya, bagaimana nanti solusi itu yang terbaik bagi pemda, kemenag dan juga para guru non nip (honorer)," Terang Rofik di Lumajang, Senin (25/5/2025). 

Kata Rofik, status para guru honorer di madrasah masih seluruh Lumajang masih di bawah naungan Kemenag Lumajang sejauh ini.

Terkait jumlah pastinya dan nominal honor terkini para guru honorer, Rofik mengaku tak terlalu mengetahui. 

"Skemanya masih kita tunggu dengan bupati dan Pemkab Lumajang. Untuk sekarang ini status gurunya ya guru kemenag, beliau-beliau tentu berperan besar dalam mencerdaskan generasi kita di Lumajang. Jumlahnya saya kurang tahu,"

"Juga honor guru ngaji masih koordinasi dengan pemkab," Tandasnya. 

Baca juga: Pemkab Lumajang Pekerjakan Kembali 4.273 Tenaga Honorer yang Gagal Lolos Seleksi CPNS dan PPPK

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Lumajang, Ahmad Faisol menjelaskan pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur masih berfokus untuk  mencairkan insentif bagi para guru ngaji dan marbot masjid. 

Data Bagian Kesra Kabupaten Lumajang menujukkan penerima insetif sebanyak 3.316 guru ngaji dan 1.150 marbot masjid. 

Menurut Faisol, pemberian intensif sebagaimana yang diinstruksikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar

"Dalam waktu dekat, tahun ini kami anggarkan untuk pemberian insentif bagi guru ngaji dan marbot masjid," Ungkap Faisol

Pemerintah Kabupaten Lumajang dikabarkan menyiapkan anggaran sebesar Rp 5.359.200.000 untuk pemberian insentif. 

Setiap guru ngaji dan marbot nantinya berhak mendapat uang Rp 1,2 juta. Jumlah tersebut sejatinya akumulasi selama satu tahun penuh dengan rincian per bulan sebesar Rp 100 ribu. 

"Dalam waktu dekat kami cairkan, langsung ke rekening penerima. Bagi yang nanti belum dapat bisa mengajukan. Namun pencarian tidak bisa tahun ini kalau untuk yang baru mengajukan," Tandasnya. 

Baca juga: Dita Guru Honorer Dapat Gaji Bersih Rp200 Ribu per Bulan, Habis untuk Ongkos Perahu Menuju Sekolah

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved