Truk Muat peralatan pasar Malam Terguling Usai Tabrak Pohon

Truk colt disel L 9820 Y, bermuatan peralatan dagangan untuk pasar malam, dari Nongkojajar, Pasuruan, tujuan Lenteng, Sumenep, menabrak pohon dan terg

Penulis: Muchsin Rasjid | Editor: Yoni Iskandar
Surya/Muchsin
Kondisi truk colt disel bermuatan peralatan dagangan untuk pasar malam, nabrak pohon dan terguling di Jl Raya Tambung, Pamekasan. 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN – Truk colt disel L 9820 Y, bermuatan peralatan dagangan untuk pasar malam, dari Nongkojajar, Pasuruan, tujuan Lenteng, Sumenep, menabrak pohon dan terguling di pinggir Jalan Raya Tambung, Pamekasan, Sabtu (8/7/2017), sekitar pukul 05.05.

Dalam kejadian itu tak ada korban jiwa. Hanya saja muncong depan truk bagian kiri ringsek. Kaca depan dan samping pecah. Sedang pengemudi truk, Tarjan (57), warga Desa Kalimati, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, hanya luka lecet di bagian pipi.

Begitu juga pemilik barang, Ismail (45) dan anaknya, warga Kecamatan Kedungdug, Sampang, yang duduk di samping sopir, selamat.

“Walau kami mengalami kecelakaan seperti ini, namun kami masih bersyukur, karena kami semua selamat. Sebab melihat kondisi muncong truk yang ringsek, kami sudah parah. Tapi Alhamdulillah, Allah masih sayang pada kami,” kata Ismail, kepada Tribunjatim.com.

Tergulingnya truk di lokasi kejadian, berjarak sekitar 4 km ke arah timur kota Pamekasan, membuat arus lalu lintas jurusan Pamekasan Sumenep dan sebaliknya sedikit terganggu. Untuk mengurai kemacetan, dua petugas Satlantas Polres Pamekasan, melakukan buka tutup arus lalulintas.

Menurut Tarjan, truk yang dikemudikannya itu mengangkut peralatan kerangka tenda dan baju milik pedagang pasar malam, dari Nongkojajar, Kecamatan Tutur, Pasuruan, hendak dibawa ke area pasar malam, di lapangan Kecamatan Lenteng, Sumenep.

Baca: Akan Hadiri Dua Acara, Berikut Agenda Wali Kota Surabaya di Akhir Pekan, Sabtu (8/7/2017)

Dikatakan, dari Nongkojajar, berangkat sekitar pukul 01.00 beriringan empat truk berjalan dengan kecepatan sedang. Dan truk yang dikemudikannya berada di urutan nomor tiga dengan jarak antara satu truk dengan truk lainnya sekitar 100 meter.

Sebelum kejadian, Tarjan mengaku melihat seseorang muncul dari pertigaan Sentol hendak menyeberang jalan. Karena jaraknya terlalu dekat, Tarjan membanting stirnya ke kiri jalan namun bak truknya oleng ke kanan, sehingga Tarjan membanting setirnya ke kanan, namun baknya oleng ke kiri dan kemudian Tarjan kembali membelokkan truknya ke kiri jalan.

Akibatnya, truk menyerempet pohon ceri dan menabrak warung rujak lalu berhenti dan terguling setelah membentur pohon mangga di samping warung rujak.

“Kalau saya tidak membanting setir ke kanan atau ke kiri jalan, pasti truk saya nabrak penyeberang jalan itu,” ujar Tarjan, yang tidak mengetahui pasti apakah penyeberang jalan itu laki-laki atau perempuan.

Tarjan menyatakan, barang yang diangkutnya ringan, karena hanya kerangka dan baju pedagang. Selama ini ia sudah sering mengangkut barang dari Jawa ke Madura, termasuk ke Sumenep, sehingga ia sudah mengerti kondisi jalan di kawasan Madura.

Salah seorang warga sekitar, Thoriqul Qodar, mengatakan, saat itu ia di dalam rumah mendengar suara dentuman cukup keras seperti atap rumah kejatuhan benda. Begitu ke luar rumah, ia melihat truk di pinggir jalan depan rumahnya terguling.

Petugas Satlantas Polres Pamekasan, Aipda Rudi, yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, ia tidak tahu pasti apa penyebab kejadian, karena sopirnya masih syok dan belum dimintai keterangan.

“Yang kami utamakan sekarang, mengevakuasi truk dan mengatur arus lalulintas agar tidak terganggu,” kata Aipda Rudi. (Surya/ Muchsin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved