Berita Bangkalan
Ngerinya Angin Puting Beliung di Dekat Jembatan Suramadu, Berpacu di Belakang Perahu Nelayan
Penampakan pusaran angin puting beliung direkam kamera video ponsel warga dan nelayan asal Kabupaten Gresik
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Pusaran angin puting beliung (waterspout) terlihat di Selat Madura, tepatnya di sekitar Jembatan Suramadu, dan sempat terekam oleh warga.
- Fenomena ini terjadi akibat awan cumulonimbus saat peralihan musim, dengan pusaran berbentuk corong dari awan ke permukaan laut, berdurasi singkat sekitar 5–10 menit.
Laporan wartawan TribunJatim.com, Ahmad Faisol
TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Penampakan pusaran angin puting beliung direkam kamera video ponsel warga dan nelayan asal Kabupaten Gresik di perairan Selat Madura, tepatnya di sisi Timur Jembatan Suramadu, pesisir Kecamatan Labang dan Kwanyar Rabu (22/4/2026) siang.
Salah satu video bahkan menyajikan gerakan pusaran angin dengan latar belakang Jembatan Suramadu. Beredar pula rekaman video dari kamera ponsel pengendara di Jembatan Suramadu yang merekam pusaran angin puting beliung.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangkalan, Arif Rahman Surya Atmaja mengungkapkan, terjadinya fenomena di laut atau biasa disebut waterspout memiliki pola gerakan vertikal berbentuk corong spiral yang berputar kencang.
"Jadi bentuknya terhubung dari awan cumulonimbus ke permukaan air, diisebabkan karena fenoma pergantian dari musim hujan ke musim kemarau. Biasanya awan cumulonimbus tercipta karena adanya awan pekat berwarna hitam yang menyebabkan pusaran angin dan gelombang itnggi," ungkap Arif.
Catatan BPBD Kabupaten Bangkalan, angin puting beliung pernah terlihat di perairan sisi Barat Selat Madura, di kawasan Pulau Karang Jamuang atau di sisi Barat perairan Kota Bangkalan yang berbatasan dengan Kabupaten Gresik pada tahun 2024 silam.
Baca juga: Puting Beliung Terjang Turi, Pohon Tumbang & Tiang Listrik Roboh di Lamongan
"Dianjurkan kepada para nelayan ketika terjadi fenomena angin kencang atau angin puting beliung seperti itu, segera menepi karena sangat berbahaya," harap Arif.
Umumnya, pergerakan arah dari pusaran angin puting beliung itu mengikuti arah awan cumulonimbus. Serngka kali pula lurus dengan gerakan secara perlahan atau tidak menetap di satu titik.
Pusaran angin puting beliung cepat terbentuk dan cepat hilang dengan kisaran durasi selama 5 menit hingga 10 menit. Keberadaannya di tengah laut tentu saja menyedot air di bawahnya yang menyebabkan pusaran air secara intens di permukaan.
"Bisa saja menimpa permukiman pesisir seperti angin kencang yang sebelumyan pernah menghempas sebuah kafe di pesisir Kecamatan Labang," pungkas Arif.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
| Wabup Bangkalan Sidak Rumah Makan: Pengunjungnya Melimpah, Tapi Pajaknya Rp10 Juta Per Bulan |
|
|---|
| Harga LPG 12 Kg Naik Rp 228 Ribu, Pengelola Bebek Sinjay di Bangkalan: Pasti Berdampak Pada Semua |
|
|---|
| Baru Kerja 6 Bulan di Taiwan, Pria Asal Bangkalan Malah Kehilangan Nyawa di Mess Pabrik |
|
|---|
| Harga BBM Naik, DPR RI Dapil Madura Bela Pemerintah: Mampu Beli BMW Masak Tak Mampu Beli Dex? |
|
|---|
| Sebanyak 6 ASN Pemkab Bangkalan Ternyata Jadi Penerima Manfaat Bansos PKH, Wajib Kembalikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/TRANSISI-MUSIM-Penampakan-fenomena-pusaran-angin-puting-beliung-di-peraira.jpg)