Mantan Napi Teroris Jadi Perhatian Kapolres lamongan Hutagalung, Toni Dibantu Mesin Bubut
Komitmen Polres Lamongan dalam membina para mantan napiter dan mantan kombatan di wilayah Lamongan semakin intens dilakukan.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Komitmen Polres Lamongan dalam membina para mantan napiter dan mantan kombatan di wilayah Lamongan semakin intens dilakukan.
Adanya MoU dengan Yayasan Lingkar Perdamaian dan Kapolres AKBP Feby DP Hutagalung selaku pembina di Lingkar Perdamaian mengharuskan polres all out melaksanakan program deradikalisasi.
Tak hanya pembinaan secara mental, para mantan juga diberdayakan dalam berwirausaha.
Toni Saronggolo, mantan napiter yang baru menghirup udara segar kebebasan pada Rabu (27/12/2017) juga menjadi perhatian serius Kapolres Lamongan, Hutagalung.
Mantan napiter yang kembali menekuni pekerjaan lama berjualan daging ayam ini dibantu mesin bubut ayam.
Mesin bubut ayam diserahkan langsung Hutagalung kepada Toni di pelataran Mapolres Lamongan, Selasa (23/1/2018).
"Ini adalah bentuk komitmen kami untuk para mantan napi teroris bersama Yayasan Lingkar Perdamaian," kata Hutagalung.
Polres sebagai pembina di Yayasan Lingkar Perdamaian terus melaksanakan prorgam deradikalisasi.
Termasuk memberdayakan mantan napiter untuk kembali dalam berwirausaha.
Hutagalung mengaku mendukung penuhToni ini, yang kembali lagi menekuni usahanya dalam bidang penjualan daging ayam.
Melihat potensi usaha Toni yang sudah tekuni sejak sebelum kena masalah, pihaknya mempunyai kewajiban untuk membantu meringankannya.
Menurut Hutagalung, pihaknya tidak hanya memperhatikan dibidang usaha wirausaha. Dari semua sisi, termasuk dibidang ilmu pengetahuan.
"Ada banyak pihak yang kita libatkan untuk program deradikalisasi," katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Lingkar Perdamaian, Ali Fauzi yang turut mendampingi Toni mengungkapkan, bantuan mesin bubut ini murni ide kapolres yang secara diam-diam mengikuti sejauh mana perkembangan usaha Toni.
"Jadi yang muqoddimah itu pak kapolres sendiri untuk membantu Toni," kata Ali Fauzi.
Artinya, baik Yayasan Lingkar Perdamaian maupun Toni pribadi sama sekali tidak mengajukan permintaan bantuan itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-lamongan-napi-teroris-dapat-bantuan_20180123_142636.jpg)