Tahun Baru Imlek

Gak Cuma Berbentuk Bulat, Ada Lho Kue Keranjang Unik Berwujud Ikan Koi, Kamu Wajib Tahu Filosofinya

Penulis: Ani Susanti
Editor: Dwi Prastika
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Nian Gao atau kue keranjang berbentuk ikan koi kreasi JW Marriott Hotel Jakarta.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ani Susanti

TRIBUNJATIM.COM - Kue keranjang tak bisa lepas dari kemeriahan perayaan Imlek.

Kue yang satu ini memiliki rasa yang legit dan tekstur yang lengket.

Bahan utama pembuatan kue keranjang adalah tepung ketan dan gula.

Dilansir dari Kompas.com, kue keranjang atau Nian Gao digunakan sebagai sesaji untuk Dewa Dapur.

(Maknyus! Ini 4 Resep Masakan Khas Tionghoa untuk Sajian Imlek, Mie Kangkung sampai Lumpia Rebung)

Harapannya agar Dewa Dapur melaporkan segala kebaikan manusia di dunia kepada Dewa Langit.

Umumnya, kue keranjang hadir dalam bentuk bulat.

Kue Keranjang (Net)

Seperti namanya, bentuk bulat ini sesuai dengan cetakannya yang seperti keranjang.

Tapi jangan salah, pernah ada lho kue keranjang yang bentuknya tidak bulat!

Beberapa tahun lalu, berbagai hotel di Jakarta menghadirkan kue keranjang berbentuk ikan koi.

(Ada The Last Barongsai, Ini 5 Film Bertema Budaya Tionghoa yang Seru Ditonton di Tahun Baru Imlek)

Seperti di Hotel Mulia Senayan yang menjual parsel Imlek berisikan kue keranjang berbentuk ikan koi.

Nian Gao berbentuk ikan koi kreasi Hotel Mulia Senayan, Jakarta. (Hotel Mulia Senayan, Jakarta)

Sebenarnya, kue keranjang berbentuk ikan Koi sudah sangat umum disajikan di beberapa tempat lainnya.

Namun, ada keunikan lain dari kue keranjang buatan Hotel Mulia Senayan, Jakarta.

Kue keranjang di hotel ini berwarna cokelat yang dihiasi bubuk emas di beberapa bagian tubuhnya.

Nian Gao berbentuk ikan Koi juga pernah dibuat oleh JW Marriott Hotel Jakarta.

(5 Fakta Menarik Seputar Barongsai yang Meriahkan Perayaan Imlek, Mulai Sejarah hingga Makna Kostum)

JW Marriott Hotel Jakarta mempersembahkan kue keranjang dalam tiga jenis pilihan rasa yaitu tradisional, santan kelapa, dan golden.

Filosofi Ikan Koi

Lantas, apakah filosofi ikan Koi bagi masyarakat Tionghoa?

Bagi masyarakat Tionghoa, bentuk ikan Koi sendiri merupakan lambang kemakmuran.

Dilansir dari qubicle.id, ikan Koi adalah sejenis ikan yang termasuk ikan Mas (Cyprinus carpio) yang mempunyai ornamen yang sangat indah dan jinak.

(Punya Makna Filosofis, Berikut Makanan yang Selalu Ada dan Dilarang Saat Perayaan Imlek)

Koi biasanya dipelihara sebagai hiasan dengan tujuan keindahan, kedamaian dan dipercaya membawa keberuntungan.

Dikutip dari Kompas.com, dua hal yang membawa keberuntungan bagi si pemilik dan penghuni tempat kolam dibangun ketika memelihara ikan Koi, yakni penempatan kolam yang berisi air dan corak warna tubuh ikan Koi.

Memelihara ikan Koi (rumahminimalismedia.com)

Hanya saja kolam ikan yang dibangun seyogyanya disesuaikan menurut aturan Feng Shui, serta kedalaman kolam yang digali semestinya melebihi permukaan kolam yang berada di atas permukaan tanah.

Jumlah ikan Koi yang dipelihara dalam kolam umumnya delapan sampai dengan sembilan ekor, dimana mengandung unsur-unsur pelambangan.

(Hujan Guyur Kota Surabaya, Warga Tionghoa Anggap Tahun Baru Imlek 2569 Berkah)

Seperti delapan diartikan kaya (kemakmuran), sedangkan sembilan mengandung arti forever (selamanya).

Unsur Air meningkatkan Chi atau energi positif dalam gedung yang ditempati, serta melambangan sumber kehidupan yang selalu dibutuhkan oleh manusia dan mahluk hidup lainnya.

Adapun posisi terbaik penempatan kolam Koi berada pada kutub Barat Daya, yakni 232,5° - 247,5° dan kutub Barat, yakni 247,5° - 262,5°.

Lukisan ikan Koi (blogspot.com)

Tak hanya dipelihara, wujud ikan Koi biasanya juga diabadikan dalam lukisan.

(Laga Lawan Kobenhavn, Atletico Madrid Menang Mudah, Berikut Hasil Lengkap Babak 32 Besar Liga Eropa)

Menurut Feng Shui, peletakan ornamen lukisan ikan Koi juga perlu diatur.

Untuk meningkatkan kualitas keberuntungan sebaiknya di letakkan di sudut yang posisinya berseberangan secara diagonal dari letak pintu masuk.

Berita Terkini