Tahun Baru Imlek

Hujan Guyur Kota Surabaya, Warga Tionghoa Anggap Tahun Baru Imlek 2569 Berkah

Malam Tahun Baru Imlek 2569 terasa spesial bagi sebagian warga Tionghoa karena hujan mengguyur Kota Surabaya.

Hujan Guyur Kota Surabaya, Warga Tionghoa Anggap Tahun Baru Imlek 2569 Berkah
TRIBUNJATIM.COM/SYAMSUL ARIFIN
Warga dari kampung pecinan sedang berdoa di Kelenteng Boen Bio, Jalan Kapasan, Surabaya, Kamis (15/2/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Malam Tahun Baru Imlek 2569 terasa spesial bagi sebagian warga Tionghoa.

Mengapa?

Karena hujan mengguyur Kota Surabaya sejak siang pada Kamis (15/2/2018) hingga malam hari.

Menurut Narto, warga Kapasan Dalam, Surabaya, hujan merupakan tanda dikabulkannya doa.

(5 Fakta Menarik Seputar Barongsai yang Meriahkan Perayaan Imlek, Mulai Sejarah hingga Makna Kostum)

“Kalau kata orang dulu hujan itu tandanya keberkahan, jadi doa dikabulkan, karena baru tahun ini hujan, dua tahun sebelumnya susah,” kata Narto kepada TribunJatim.com, Kamis (15/2/2018).

Harapan ini dipertegas dengan turunnya hujan yang mengguyur Kota Surabaya pada malam Tahun Baru Imlek 2018.

Narto bersama tiga rekannya sedang menyiapkan konsumsi di Kelenteng Makin Boen Bio, satu di antara kelenteng bersejarah di Surabaya, tepatnya di Jalan Kapasan.

(Imlek 2569, Tahun Ayam Api Akan Berganti Anjing Kayu. Bagaimana Penjelasannya?)

Mereka juga menegaskan, kebaktian atau sembahyang akan dilaksanakan di Kelenteng Boen Bio, pada Jumat (16/2/2018) pukul 18.00 WIB.

“Hari ini (kemarin) belum ada, besok baru dilaksanakan sembahyang dan kebaktian bersama,” ungkap rekan Narto.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved