Makin Tersisih, Angkutan Pedesaan Terancam Punah
Keberadaan angkutan pedesaan di banyak daerah di Jatim semakin tersisih dan terancam punah. Tinggal tunggu waktu!
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Keberadaan angkutan pedesaan di Kabupaten Kediri semakin tersisih dan terancam punah.
Dari sejumlah trayek yang masih bertahan hanya tinggal satu trayek jurusan Pare - Kandangan.
"Sekarang sepi penumpang mas. Kami hanya melayani pedagang yang membawa barangnya ke Pasar Pare atau Pasar Kandangan," ungkap Sugeng (45) salah satu sopir kepada Surya, Selasa (20/3/2018).
Karena penumpang yang semakin berkurang, membuat penghasilan mereka juga turun drastis. Selain itu rata-rata sehari hanya menarik satu rit atau satu kali pergi -pulang.
"Angkutan pedesaan ini hidup segan mati tak mau," tambahnya.
Namun diakuinya trayek yang masih bertahan ini pada saatnya akan mati. Karena kendaraan yang dipakai rata-rata buatan di bawah tahun 1990-an.
"Onderdilnya makin langka dan mahal tidak sebanding hasilnya," ungkapnya.
Sedangkan penghasilan sopir saat ini hanya cukup untuk beli bensin dan sarapan.
"Maraknya kredit motor menjadi salah satu penyebab matinya angkutan pedesaan. Apalagi sekarang ada ojek online," tambah Amir (50) sopir lainnya.
Sementara Joko Hariono, Kabid Angkutan Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri membenarkan semakin punahnya trayek angkutan pedesaan.
"Trayek yang masih bertahan memang tinggal Pare - Kandangan, trayek lainnya sudah lama tutup," tambahnya.
Termasuk kendaraan yang beroperasi juga terus berkurang dari belasan kendaraan sekarang yang masih bertahan tinggal 7 unit kendaraan. Jumlah itu belum tentu setiap hari beroperasi.
Sementara trayek pinggiran yang menghubungkan wilayah Kabupaten Kediri dengan Kota Kediri juga terus berkurang. Malahan trayek Kota Kediri - Wates sudah lama tutup.
Trayek yang masih bertahan dengan jumlah kendaraan yang operasional banyak hanya Pare - Kota Kediri. "Trayek yang masih hidup sekitar 52, tapi yang operasional hanya sekitar 20 unit," jelasnya.
Saat ini trayek perbatasan izinnya dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jatim. Sedangkan trayek pedesaan dikeluarkan Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri. (Surya/Didik Mashudi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/angkutan-pedesaan_20180320_190734.jpg)