Lupa akan hal-hal penting ini yang bikin penderita demensia sering tersesat atau bahkan hilang.
Membedakan demensia dan lupa
Dr. Gea Pandhita, M.Kes, Sp.S dari RS Pondok Indah Bintaro Jaya menjelaskan, ada cara untuk membedakan antara lupa karena penurunan daya ingat atau lupa sebagai gejala dimensia.
• INFO SEHAT TERBARU - 5 Kebiasaan yang Sering Kita Lakukan Bikin Tambah Resiko Keracunan Makanan
Apabila kebiasaan lupa yang dialami masih seputar meletakkan barang, atau melupakan nama orang, hal ini dikategorikan sebagai lupa karena penurunan daya ingat.
Akan tetapi, apabila seseorang melupakan sesuatu sampai lupa fungsi benda tersebut, bisa dicurigai sebagai penurunan fungsi luhur yang menandakan demensia.
Contoh, seseorang menyimpan dompet di kulkas, atau menaruh pakaian di lemari buku.
Atau, jika ia tidak mengingat hal esensi dalam aktivitas harian, kondisi ini dapat dikategorikan sebagai pikun atau demensia.
• INFO SEHAT TERKINI - Segundang Manfaat yang Kita Dapat Dari Konsumsi Jus Wheatgrass
Aktivitas sehari-hari terganggu
Kasus kebiasaan lupa hanyalah sebagian kecil dari contoh penurunan fungsi luhur otak.
Sebab, fungsi luhur otak juga mencakup kemampuan untuk memusatkan perhatian, daya ingat, orientasi, bahasa, dan pengambilan keputusan.
Artinya, demensia tidak melulu soal berkurangnya memori saja, tetapi juga aspek lain terkait fungsi luhur.
“Poin pentingnya untuk mengenali demensia adalah penderita demensia pasti mengalami gangguan dalam aktivitas hariannya,” tutur Gea.
• INFO SEHAT TERBARU - Benarkah Makan Mi Instan Super Pedes Bikin Tuli Sementara
Bisa terjadi mendadak
Kejadian demensia atau pikun umumnya dibagi beberapa kategori, yakni Alzheimer’s disease, vascular dementia, dementia with Lewy bodies, dan frontotemporal dementia.
Paling banyak terjadi adalah jenis Alzheimer, yaitu sekitar 50-75%.