Joko Anwar Komentari Polemik Spongebob Kena sanksi, Beri Peringatan ke KPI: Jangan Otoriter!

Penulis: Elma Gloria Stevani
Editor: Melia Luthfi Husnika
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Joko Anwar, sutradara film Pengabdi Setan di Marvell City Mall, Surabaya, Minggu (1/10/2017).

Di mata Joko Anwar, KPI semakin otoriter dalam bertindak. Mengingat dirinya yang sudah dewasa, Joko Anwar menyebut telah memiliki hak untuk bebas memiliki persepsi sendiri atas apa yang ia tonton.

"Jadi KPI ini sudah otoriter. Lembaga seperti ini jangan sampai membuat kita sebagai warga negara yang kerdil. Karena kita diberi tahu, 'ini tayangan yang boleh kamu tonton, ini tayangan yang tidak boleh kamu tonton. Kamu harus berpikir seperti ini, ini porno loh, ini nggak sopan loh'. Kita sudah dewasa kok. Umur saya sudah kepala 3 dan kita sudah bebas memilih apa yang kita tonton. Kita sudah bebas untuk memiliki persepsi sendiri atas apa yang kita tonton," ungkap Joko Anwar.

Ia pun tak ingin KPI memaksa masyarakat merasakan apa yang mereka rasakan. Karena KPI terus memaksa masyarakat tentu tidak bisa berpikir untuk dirinya sendiri.

Potret Saudara Kandung 4 Member BLACKPINK, Ternyata Kakak Laki-laki Jisoo Tampan Bak Idol!

"Jangan sampai mereka otoriter dan kita dipaksa untuk merasakan apa yang mereka rasakan. That is not good (itu tidak baik) untuk kita sebagai society (masyarakat) karena kita akan jadi masyarakat yang tidak bisa berpikir untuk diri kita sendiri," sambungnya.

"Kalau dari dulu sudah gelisah tetapi saya selalu berpikir seperti ini, apa jangan-jangan televisi yang selama ini memiliki ketakutan dan parno sendiri sedangkan KPI tidak begitu strict (ketat).Tapi ternyata memang KPI seperti itu, film kartun Spongebob dinilai melanggar norma kesopanan atau tidak sesuai dengan tontonan anak-anak.

Padahal hanya Spongebob, kalau misalnya mereka sudah bilang Spongebob melanggar norma-norma apapun itu, menurut saya mereka nggak usah menilai apapun dalam dunia untuk kita. Terserah mereka memikirkan untuk diri mereka sendiri," ucap Joko Anwar.

Terlepas dari itu semua, Joko Anwar menginginkan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang madani.

"Pokoknya Indonesia harus menjadi civil society, masyarakat madani yang harus mengatur untuk dirinya sendiri kalau nggak kita tetap menjadi masyarakat yang kerdil. Sama kayak sensor atau apapun itu bukan zamannya lagi. Dilarang nonton di tv dan bilang ini tidak sopan. Lah kita bisa nonton apa saja dan dari mana saja kok," pungkas Joko Anwar.

Berita Terkini