Kanal

Fenomena di Jember, Ada Ribuan Mahasiswa Unej Terpapar Radikalisme, Sebagian Terkait Khilafah

Akhmad Taufiq Ketua LP3M Unej - SURYA/SRI WAHYUNIK

Meski begitu, hasil dari penelitian LP3M Unej itu sudah diberitahukan ke jajaran pimpinan Unej, baik tingkat rektorat dan fakultas. Langkah itu diambil sebagai upaya untuk menekan gerakan radikalisme itu.

Hasil dari penelitian itu, lanjutnya, bisa menjadi gambaran tumbuhnya gerakan radikalisme di dunia pendidikan.

Untuk itu melalui forum pleno di Festival HAM itu, Taufiq merekomendasikan beberapa hal.

Pertama, pentingnya pendidikan multikultural untuk mengembangkan sikap toleransi dan inklusivitas.

Kedua, keterlibatan semua pihak untuk mengatasi permasalahan radikalisme.

"Karena mengatasi soal radikalisme tidaklah cukup hanya melibatkan struktur berbasis negara," ujarnya.

Ketiga, dalam tataran perguruan tinggi, pentingnya perhatian secara khusus dan komitmen kepemimpinan yang memiliki komitmen yang tegas, untuk tidak memberi ruang bagi tumbuhnya gerakan radikalisme di kampus.

Pleno 4 Festival HAM 2019 itu dihadiri narasumber, Akhmad Taufiq (LP3M Unej), Zaki Mubarok (PPIM), Agus Muhammad (Peneliti INFID), Libasut Taqwa (Wahid Istitut), Ciciek Farha (Peneliti PVE), Tohari (AGPAII Jember), dan Budi Hartawan (BNPT).

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim

Ketahuan Berduaan, Sejoli Dipaksa Preman untuk Mesum di Depannya, Pelaku juga Peras Korban Rp10 Juta

Berita Populer