Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin
TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Menyambut Hari Raya Idul Fitri 2022, wajah kampung-kampung di Kabupaten Trenggalek bersolek, Kamis (28/4/2022).
Warga mendekorasi jalan kampung untuk menyambut Lebaran, sekaligus menyapa warganya yang pulang kampung.
Banyak kampung di Kabupaten Trenggalek kini tampil menjadi lebih meriah dibanding biasanya.
Hiasan memenuhi setiap jalan masuk, mulai dari dekorasi yang terbuat dari kain hingga lampu warna-warni.
Salah satu kampung yang bersolek adalah Desa Ngadirejo, Kecamatan Pogalan.
Jalan dusun di desa itu kini tampak meriah. Hiasan memenuhi setiap sudut jalan.
Kerlap-kerlip hiasan menerangi setiap warga yang melintasinya.
Perangkat Desa Ngadirejo, Khoirul Anam mengatakan, menghias kampung adalah tradisi tahunan saat Lebaran di Kabupaten Trenggalek.
Pemandangan elok itu tak hanya ada di Desa Ngadirejo, tapi juga banyak desa lain di kecamatan lain se-Kabupaten Trenggalek.
"Dari dulu tradisinya seperti ini. Setiap tahun," kata Anam.
Di Desa Ngadirejo, hiasan jalan-jalan kampung tahun ini lebih meriah ketimbang tahun lalu.
Saat larangan mudik dua tahun sebelumnya, warga tetap menghias kampungnya seperti biasa.
Akan tetapi, hiasan dan dekorasi yang dipasang terbilang biasa-biasa saja.
"Tahun ini lebih meriah karena sudah boleh mudik. Banyak warga dari luar kota pulang ke sini," sambung dia.
Menurut Anam, hiasan jalan kampung dikerjakan secara gotong royong oleh warga.
Biaya yang dikeluarkan juga berasal dari iuran masyarakat.
"Semuanya swadaya mandiri," tuturnya.
Untuk dekorasi tahun ini, warga Desa Ngadirejo banyak menggunakan bahan dan alat yang dipakai di tahun-tahun sebelumnya.
Agar lebih meriah, warga menambah beberapa dekorasi baru.
"Tahun ini untuk yang baru, warga iuran hingga Rp 5 juta. Itu berasal dari warga yang ada di sini, juga warga yang sedang merantau di luar kota," tuturnya.
Hiasan kampung menjelang Lebaran di Kabupaten Trenggalek merupakan hal yang berbeda dari daerah lain.
Kemeriahan hiasan itu bahkan jauh lebih masif dibanding, misalnya saat warga menghias desa ketika Agustusan.
Wawan, salah satu warga Kabupaten Trenggalek, mengatakan, hiasan kampung ketika Lebaran adalah hal lumrah.
"Adanya memang setahun sekali, ketika Lebaran saja," kata dia.
Hiasan warga itu, menurut dia, paling indah saat dinikmati ketika petang hari. Soalnya di jam-jam tersebut, lampu hias mulai dinyalakan.
"Kalau siang juga bagus. Tapi paling bagus dan meriah itu malam hari. Terlibat glamornya," terangnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
Kumpulan berita seputar Trenggalek