TRIBUNJATIM.COM - Beragam berita menarik yang terjadi di wilayah Jawa Timur terangkum dalam berita terpopuler Jatim hari ini, Selasa (3/5/2022).
Pada berita terpopuler Jatim hari ini dibuka dengan Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Ahmad Fahrur Rozi mengajak seluruh umat Muslim untuk terus meningkatkan ibadah pasca ramadan.
Sebab, di antara indikasi amal Ramadan diterima adalah peningkatan ibadah di bulan-bulan setelahnya.
Selanjutnya, dicabutnya larangan mudik, setelah dua tahun menggantang Covid-19, tak lantas membuat masyarakat berbondong-bondong memanfaatkan jasa angkutan umum.
Jumlah masyarakat yang menggunakan jasa angkutan umum, belum bisa dikatakan meningkat signifikan.
Ingin tahu berita selengkapnya, berikut ini berita terpopuler Jatim hari ini selengkapnya, Selasa (3/5/2022) yang dirangkum TribunJatim.com untuk Anda:
1. Momentum Idul Fitri, Wasekjen MUI Pusat Ajak Umat Tingkatkan Ibadah Perbanyak Berbagi
Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Ahmad Fahrur Rozi mengajak seluruh umat Muslim untuk terus meningkatkan ibadah pasca ramadan.
Sebab, di antara indikasi amal Ramadan diterima adalah peningkatan ibadah di bulan-bulan setelahnya.
Hal ini disampaikan Gus Fahrur saat menjadi Khotib Salat Idul Fitri 1443 H di Masjid Nasional Al-Akbar Kota Surabaya, Senin (2/5/2022). Kebaikan yang telah digencarkan selama Ramadan, harus terus dilanjutkan.
Baca juga: Melihat Masjid dan Makam Kuno Moh Ngasyk, Ulama Banten Penyebar Agama Islam di Madiun
Baca juga: Musyawarah Alim Ulama PWNU di Tuban Hasilkan 8 Poin, Tegaskan Tak Ambil Sikap Politik Kekuasaan
"Setelah dilatih sebulan Ramadan, marilah kebaikan itu terus kita lanjutkan di luar Ramadan," kata Gus Fahrur.
Pada kesempatan itu, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur Bululawang Malang ini menyatakan perbuatan baik harus terus ditingkatkan.
Suasana salat Id di halaman Masjid Nasional Al-Akbar Kota Surabaya (Tribun Jatim Network/Yusron Naufal Putra)
Misalnya, dengan terus berbagi kebaikan kepada sesama. Apalagi, momentum hari raya juga menyiratkan pesan berbagi.
2. 13.851 Narapidana Jatim Peroleh Remisi Khusus Idul Fitri, Negara Hemat Rp8,1 Miliar
Sebanyak 13.851 Narapidana di 39 lapas atau rutan di Jatim memperoleh Remisi Khusus Idul Fitri 2022.
Dari jumlah itu, 136 orang diantaranya bisa langsung bebas. Sehingga, negara bisa menghemat anggaran sebesar Rp8,1 miliar.
Penghematan itu berasal dari anggaran untuk biaya makan narapidana. Perlu diketahui bahwa Satuan Biaya Pengadaan Bahan Makanan untuk Jatim adalah sebesar Rp 20.000 per narapidana per hari.
Baca juga: Produk Narapidana di Jatim Raih Omzet Tertinggi Nasional hingga Berhasil Tembus Pasar Ekspor
Baca juga: Gandeng Kwarcab Pramuka, Lapas Narkotika Pamekasan Komitmen Cetak Narapidana Berkarakter
"Jika dikalikan jumlah narapidana yang mendapatkan (remisi) dan jumlah hari remisi yang diberikan, maka ada penghematan sekitar Rp8,1 miliar," ujar Kadiv Pemasyarakatan Teguh Wibowo saat meninjau Rutan I Surabaya, Selasa (2/5/2022).
Teguh yang didampingi Karutan Surabaya Wahyu Hendrajati menyebutkan bahwa saat ini ada 28.239 warga binaan pemasyarakatan di Jatim.
Mayoritas sudah berstatus narapidana dengan jumlah 22.572 orang. Sisanya berstatus tahanan.
3. Curhat Kru Bus, 2 Tahun Penghasilan Hilang, Kini Bersyukur: 'Asap Dapur Menyala'
Dicabutnya larangan mudik, setelah dua tahun menggantang Covid-19, tak lantas membuat masyarakat berbondong-bondong memanfaatkan jasa angkutan umum.
Jumlah masyarakat yang menggunakan jasa angkutan umum, belum bisa dikatakan meningkat signifikan.
Salah seorang kondektur Perusahaan Otobus (PO) Jaya Utama, Sumantri mengatakan, sejak H-10 pada Jumat (22/4/2022), busnya hanya berhasil membawa sekitar 15-20 orang penumpang dari Terminal Tambak Osowilangun (TOW), setiap harinya.
Baca juga: Mudik 2022, Okupansi PT KAI Daop 8 Surabaya Sudah Tembus 117.988 Penumpang
Baca juga: Awasi Keamanan Rumah Warga yang Ditinggal Mudik, Polda Jatim Intruksikan Polres Tingkatkan Patroli
Jumlah itu, terbilang lumayan, meski tidak bisa dikatakan membludak untuk momen mudik lebaran.
Belum lagi ditambah dengan penumpang yang naik dari bahu jalan sepanjang rute jurusan Surabaya Jatim ke Semarang Jateng.
Paling tidak, tahun ini, Sumantri dan dua orang temannya; sopir dan kernet, dapat membawa uang hasil antar jemput penumpang, lebih banyak ketimbang dua tahun lalu.
---
Ikuti berita viral terpopuler dan berita Jatim terkini lainnya
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com