Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika
TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Tujuh remaja asal Kabupaten Pasuruan ternyata menjadi korban meninggal dunia dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10/2022) malam.
Mereka adalah Hendrik Gunawan (21), warga Desa Pucangsari, Kecamatan Purwodadi: Agus Riyansyah (20), warga Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari.
Mohammad Riyan Akbar (17) warga Desa Andonosari, Kecamatan Tutur. Dua orang warga Wonokoyo, Beji, yakni Muhammad Andre Ramadhan dan Kusaini.
M Nizamudin (15) warga Desa Karangpandan, Kecamatan Rejoso dan Hadi Nata, warga Desa Segoropuro, Kecamatan Rejoso.
Sedangkan satu orang dikabarkan kritis. Dia adalah Pratiwi, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Purwosari.
Dari penelusuran tim medis Pemkab Pasuruan, yang bersangkutan masih menjalani perawatan intensif.
Baca juga: Satu Lagi Aremania Tulungagung Jadi Korban Tewas dalam Tragedi Arema vs Persebaya, Total Enam Orang
Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf dalam rilis yang diterima media ini mengaku prihatin dengan tragedi Stadion Kanjuruhan paska laga Arema vs Persebaya.
Orang nomor satu di Kabupaten Pasuruan tersebut ikut merasakan kesedihan yang dialami keluarga para supporter Aremania, termasuk warga Kabupaten Pasuruan.
"Ada beberapa orang ternyata warga kami. Atas nama pribadi dan Pemkab Pasuruan, saya sampaikan rasa bela sungkawa kepada seluruh keluarga korban," katanya.
Ia mengaku bisa merasakan apa yang dirasakan keluarga korban meninggal dunia. Untuk warga Kabupaten Pasuruan sendiri sudah ada penanganan.
Gus Irsyad, sapaan akrabnya, mengaku sudah mengintruksikan seluruh camat untuk menginventarisir data para korban sampai betul-betul fix.
Baca juga: Berangkat Pakai Sepatu Baru Idaman, Pemuda Probolinggo Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan
Selain para camat, ia juga meminta Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Bangil dan Direktur RSUD Grati untuk juga pro aktif dan memberikan pertolongan medis.
Khususnya, kata dia, kepada para korban yang mengalami luka-luka, dilakukan secara maksimal. Serta memfasilitasi penjemputan terhadap jenazah para korban.
"Saya perintahkan semua camat untuk update data sekaligus menginventarisir semua warganya yang menjadi korban kemarin malam," lanjut dia.
Disampaikan dia, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka. Harus update terus sampai betul-betul fix datanya, jangan sampai ada yang terlewat.
"Untuk sementara ini, data kami yang meninggal 7 orang. Saya minta petugas RSUD Bangil dan Grati untuk bisa memfasilitasi penjemputan," paparnya.
Baca juga: Pamit Nonton Sepak bola di Malang, Remaja 17 Tahun asal Blitar Jadi Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan
Sedangkan yang masih kritis, ia meminta ada penanganan khusus. Terhadap para korban, Irsyad berdoa agar seluruh amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT.
"Dan para keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan. Saya ikut berduka atas musibah yang terjadi kemarin malam," lanjut dia.
Ia juga berharap, mudah-mudahan seluruh amal ibadah para supporter Aremania diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Gus Irsyad berharap agar tidam ada kejadian serupa yang terulang kembali. Menurutnya, tidak ada sepakbola seharga satu nyawa manusia.
"Semoga ada hikmah di balik semua ini. Mudah-mudahan negara bisa segera menyelesaikan permasalahan ini, di tengah meningkatnya prestasi sepakbola," urainya.
Ruslan, ayah Hendrik Gunawan, salah satu korban tewas dalam tragedi Stadion Kanjuruhan mengaku tidak menyangka anaknya pulang dibawa ambulance.
"Pamitnya nonton Arema lawan Persebaya. Dia memang sering nonton Arema saat main di Malang. Tadi jam 4 subuh dapat kabar kalau anak saya tewas," tutupnya.