Polisi mengamankan tiga orang pria paruh baya karena menganiaya Jumirat (65) lansia warga Gedongsari, Kalurahan Wijirejo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta hingga tewas.
Polisi masih menyelidiki motif penganiayaan ini.
Kasi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana menyampaikan, peristiwa ini bermula saat saksi bernama Tri melintas di Jalan bulak sawah Barat Gedongsari, Rabu (27/9/2023) pukul 09.30 WIB.
Saksi saat itu melihat tiga orang pria menganiaya korban Jumirat menggunakan pipa di dalamnya berisi semen.
Tri yang berniat menolong korban malah diancam salah satu pelaku menggunakan sajam.
Baca juga: Suami Baru Wafat, Istri Diamuk Mertua yang Mau Rebut Harta, Kurang Ajar Kamu, Hotman Siap Bantu
Kasus serupa perihal guru spiritual pernah terjadi Banyumas.
Guru spiritual tersebut memerintahkan seorang bapak di Purwokerto melakukan hubungan inses dengan anaknya demi kaya raya.
Diketahui bapak di Purwokerto inses dengan anak itu bernama Rudi atau R (57).
Perbuatan R terungkap karena penemuan beberapa kerangka bayi yang dikubur di di RT 1 RW 4 Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Selasa (27/6/2023) menjadi sorotan.
Dalam pengakuannya, R diminta mengubur 7 bayi hasil hubungan inses dengan anaknya, E, kini berusia 26 tahun.
Rudi dalam pengakuannya mengatakan ketemu dengan pria tersebut pada 2011.
Namun sulit bagi polisi untuk melakukan konfirmasi.
Karena rupanya guru spiritual tersebut dikatakan sudah meninggal.
Rudi mengatakan dia tega membunuh tujuh bayi karena adanya bisikan dari guru spiritualnya.
Ia bercerita pada 2011 yang lalu tersangka sempat bertemu dengan seorang paranormal atau yang dia sebut guru spiritual di Klaten.
Baca juga: Sosok AW Mahasiswa Selingkuhan Istri Perwira Polisi, Calon Dokter Bedah, Potret Wajahnya Viral