"Iya, pohonnya dipagar, biasanya disebut Panca Suci, atau juga pagar empat," terangnya, melansir Tribun Solo.
Selain di pagar Panca Suci, Hartono juga mengatakan bahwa pohon tersebut juga diselimuti kain bewarna putih.
Disinggung terkait pohon berdiri sendiri saat tumbang, Hartono mengaku, hal itu hanya karena tidak seimbang setelah ditebang oleh relawan.
"Iya kalau bisa berdiri sendiri, waktu tumbang kok tidak berdiri saat sebelum ditebang sama relawan?" tutur Hartono.
Ia menyebut, punden tersebut bukanlah cerita mitos, tetapi hanya keyakinan rakyat sekitar karena cerita turun temurun.
"Punden itu saya anggap hanya cikal bakal masyarakat desa, kalau ada yang mempercayai itu mistis, ya itu haknya orang yang mempercayai," tandas Hartono.
Hartono menambahkan jika Pohon Punden Jatibedug tersebut tetap menjadi destinasi sendiri bagi warga sekitar.