Pilpres 2024

Dicegat Panitia, WNI Protes Tak Boleh Nyoblos di Luar Negeri, Disebut Antre hingga Pendaftaran Tutup

Penulis: Ani Susanti
Editor: Mujib Anwar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dicegat Panitia, WNI Protes Tak Boleh Nyoblos di Luar Negeri, Disebut Antre hingga Pendaftaran Tutup

Ia beralasan bahwa pihaknya sudah menjalankan tugas sesuai regulasi.

Petugas PPLN itu menjelaskan jika antrean sudah setengah pukul 6, pemilih di dalam sudah penuh.

Baca juga: KPU RI Bantah Video Penghitungan Suara Pemilu 2024 di TPS Luar Negeri, Pemungutan Lebih Awal

Pernyataan petugas itu kembali disanggah oleh WNI di sana.

Ia menyayangkan persiapan petugas PPLN yang dinilai tak tanggap.

Menurut WNI tersebut meski antrean membludak, WNI yang lain semestinya masih diberi kesempatan selama masih ada waktu yang telah ditentukan.

Sang WNI itu pun protes bahwa dirinya datang jauh-jauh dari wilayah lain demi menyoblos.

Diketahui WNI yang juga pengunggah video tersebut bernama Romaito Azhar.

Dalam keterangan video Romaito Azhar menjelasan ratusan WNI tidak diperbolehkan menyoblos karena alasan yang tak masuk akal.

“Alasan ratusan orang yang tidak diperbolehkan memilih menurut ketua PPLN Uk ada health and safety regulations. Ini nonsense dia pikir pemilihan umum adalah resto yak!,” tulis keterangan WNI bernama Romaito Azhar.

Dalam video lannya, Romaito Azhar menjelaskan detail kronologi insiden ratusan WNI tak bisa menyoblos di London tersebut.

Ia menyebut bahwa ada banyak WNI yang tidak bisa menyoblos di London.

Romaito menjelaskan bahwa WNI sudah diberikan jadwal hingga pukul 6 waktu setempat.

Dengan jadwal tersebut mereka pun datang bahkan sebelum jadwal pukul 6 tersebut.

Namun setibanya di lokasi, mereka justru tidak bisa masuk bahkan mengikuti pencoblosan.

Romaito mengungkap merasa banyak kejanggalan karena panitia banyak beralasan.

Baca juga: KPU Pastikan Video Penghitungan Suara Pilpres di Luar Negeri Hoaks, Lalu Kapan Dihitung?

Halaman
123

Berita Terkini