Solihin tinggal bersama istri dan anak-anaknya seperti kepala rumah tangga pada umumnya.
Kondisi Solihin yang tidak bisa tidur tersebut dibenarkan oleh anaknya, Nuri Sriwati (19).
Nuri mengatakan, ayahnya tidak bisa tidur sejak empat tahun lalu.
Selama itu, aktivitas Solihin masih berjalan normal seperti menonton TV dan mengobrol dengan warga maupun keluarga.
Meski tidak bisa tidur, kondisi ayahnya tersebut tampak seperti tidak sakit.
Bahkan menurut Nuri, ayahnya itu cepat lemas dan tidak bisa melakukan aktivitas berat.
Sementara itu, dikutip dari tayangan di kanal YouTube Liputan6, Selasa (28/5/2024), Solihin pun mengaku, dirinya tetap ingin berjuang sembuh, namun pasrah.
Hal itu mengingat, dirinya tak memiliki banyak uang untuk memeriksa penyakit yang dialaminya tersebut.
"Kan kaayaan kieu, mun pasrah tapi berjuang mah hayang.
(Kondisinya begini saya pasrah, tapi tetap ingin berjuang untuk sembuh)," ungkap Solihin.
Masih dikutip dari sumber yang sama, ternyata Solihin sempat didatangi pelayan kesehatan dari Puskesmas Leuwigoong.
Puskesmas Leuwigoong mendatangi rumah Solihin untuk melakukan pemeriksaan.
Dari hasil pemeriksaannya, Puskesmas Leuwigoong membantah jika Solihin disebut mengalami penyakit langka.
Baca juga: Nenek Pengemis Sembur Asap Rokok ke Pengunjung Malioboro Jika Tak Diberi Uang, Kini Dicari Satpol PP
Menurut pihak Puskesmas Leuwigoong, Solihin mengalami gangguan pada telinga.
Bahkan pihak Puskesmas pun telah memberikan saran agar Solihin berobat ke dokter THT.