"Sejauh tidak bertentangan dengan peraturan (seperti) mengganggu lalu lintas, berbahaya untuk keselamatan, dan lain-lain," tegasnya.
Menurut Erna, warga Krian berkumpul di bawah flyover JPL 64 pada malam hari karena kebiasaan mengikuti keramaian yang ada.
Ada orang yang mulai duduk di sana sehingga diikuti banyak orang lain untuk mendapatkan sensasi berbeda.
Di sisi lain, tindakan warga tersebut dibiarkan oleh pihak pemerintah setempat.
Akibatnya, area tersebut berubah menjadi tempat warga berkumpul saat akhir pekan.
"Kondisi di atas (warga Krian) mungkin itu perilaku masyarakat yang sedang 'ngetren' dan mudah-mudahan sifatnya sementara ya," harapnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com