Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Malam Resepsi Hari Jadi Kabupaten Malang ke-1264 berlangsung meriah di pendopo, Jalan Merdeka Timur, Nomor 3, Kota Malang, Sabtu (30/11/2024) malam.
Pagelaran wayang semalam suntuk menjadi tampilan pamungkas acara malam itu.
Para tamu undangan dari berbagai instansi dan lembaga hadir di acara tersebut. Termasuk perwakilan dari perbankan.
Bupati Malang, M Sanusi mengajak semua pihak dapat bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk bekerja sama di momentum tasyakuran Hari Jadi Kabupaten Malang ke-1264.
"Kita dapat berkumpul dalam suasana guyub rukun mengikuti acara resepsi dan tasyakuran peringatan Hari Jadi Kabupaten Malang ke-1264. Saya mengajak agar memahami makna syukur bukan hanya mengartikan secara harfiah, tetapi meresapi rasa syukur yang sesungguhnya. Di momen ini, Kabupaten Malang pada 2024 begitu banyak nikmat yang harus kita syukuri bersama," ujarnya, Sabtu (30/11/2024).
Sanusi juga turut bersyukur atas berbagai pencapaian Pemkab Malang. Termasuk syukur menyelenggarakan Pilkada 2024.
Ia menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak.
"Tentunya ke depan saya berharap kebersamaan ini kita tingkatkan karena itu kunci kesuksesan. Rasulullah bersabda, kebersamaan itu kunci kesuksesan. Bahu membahu mengembangkan Kabupaten Malang. Kita mau kerja sama, Kabupaten Malang akan menjadi pusat ekonomi, pendidikan, dan pariwisata," paparnya.
"Saya tidak berlebihan, malam ini bersyukur, anugerah Kabupaten Malang diberi tanah yang subur. Dengan inovasi bersama Politeknik Pertanian di Kabupaten Malang, dengan Dirjen Tanaman Semusim, PT AIM di Jakarta, Dinas Pertanian, para petani mileniel di Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Poncokusumo telah memecahkan rekor pengahasilan untuk Kabupaten Malang. Di mana tanah sehektare ditanami, hasilnya setahun Rp 1,5 miliar," imbuh Sanusi.
Baca juga: DPRD dan Forkopimda Gelar Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kabupaten Malang ke-1264
Berkaca pada potensi itu, Sanusi menyadari sudah sepatutnya rasa syukur itu dilakukan.
Ia mengatakan, di Kabupaten Malang, ada lahan potensial seluas 150 hektare.
Jika dikelola secara serius, potensinya menghasilkan Rp 1 miliar per tahun setiap hektare-nya.
"Ini luar biasa. Potensi di Kabupaten Malang ada 150 ribu hektare. Kalau nanti berhasil dari inovasi ini, tiap hektare mencapai Rp 1 miliar, maka nanti dari BI, bisa dihitung akan ada fluktuasi ekonomi Rp 150 triliun di Kabupaten Malang," ujarnya.
"Tentunya ini peluang besar kepada Perbankan. Pekan depan PT AIM akan ekspansi ke Ngantang sebanyak 320 hektare. Kalau di Ngantang bisa menghasilkan Rp 1 miliar setahun, maka di sana akan ada perputaran Rp 320 miliar dalam setahun. Ini luar biasa," tegasnya.
Potensi lain yang disampaikan Sanusi di malam resepsi dan tasyakuran itu adalah pengembangan jeruk di Dau dan Ngantang.
Sanusi mengatakan, potensi yang ada di sana mencapai Rp 400 juta per hektare. Sanusi juga mengatakan, ada investor dari Denmark yang minta izin mendirikan pabrik pengolahan limbah sawit untuk menjadi bioetanol dan biofuel yang satu-satunya di dunia ada di Kabupaten Malang.
Sebelum menutup sambutan, Sanusi mengatakan, pembangunan transportasi di Kabupaten Malang telah direncanakan dengan matang.
Pembangunan transportasi tidak semata untuk mobilisasi orang saja, namun juga untuk dukungan pariwisata.
Ia mengatakan, pembangunan jalan dari Gondanglegi ke Balekambang akan dilakukan, sehingga wisatawan mudah manuju lokasi.
Pun rencana pembangunan terminal bus pariwisata di Kecamatan Pakis.
Terminal ini nantinya akan menjadi tempat singgah bus wisata dari luar daerah. Bus tidak perlu masuk Kota Malang atau ke Kota Batu.
Sanusi berharap keberadaan terminal bus pariwisata itu dapat mengurangi kemacetan di Kota Malang dan Kota Batu.
"Nanti ke Lawang, dan ke Kepanjen, ibu gubernur menyarankan ada sky trip yang investornya dari Korea Selatan. Ini akan menjadi terhubung antar daerah. Sedangkan yang ke Jemplang, bapak Luhut menyarankan kereta gantung, tanpa mengurangi peran Jeep ke Bromo," tegas Sanusi.