Dia merupakan anak tertua dari tiga bersaudara dan punya dua adik yang baru mau masuk SMP dan masih balita.
Nera tinggal bersama ibu kandung dan ayah sambung di Kampung Cipeundeuy, Desa Jati.
Sementara ayah kandungnya sudah berpisah dengan ibu kandungnya dan menikah lagi.
Dia mengaku bahwa jarak yang harus dia lalui untuk ke sekolah memang tidak dekat.
"Jauh pak, kalau misalnya mau naik motor harus muter-muter," tutur Nera.
Nera mengaku memilih jalan kaki dan menaiki rakit karena memang sudah terbiasa.
Waktu tempuh dari rumahnya ke sekolah, kata Nera, bisa mencapai 1 jam atau 1,5 jam.
"Pokoknya berangkat ke sekolah jam 05.30. Itu sampai ke sekolah kadang jam 07.00, kadang jam 06.30," kata Nera.
KDM kembali terkejut ketika mendengar cerita dari ibu Nera soal tubuh putrinya yang mungil.
Karena Nera waktu masih balita bertubuh normal.
Namun, kejadian tak terduga terjadi ketika Nera kecil kedapatan makan obat nyamuk.
"Hah? Makan obat nyamuk, gimana maksudnya?" tanya Dedi yang terkejut.
"Lagi masa pertumbuhan masih bayi, di bawah kasur ada obat nyamuk dimakan katanya, sampai mulut berbusa, berobat sih berobat, cuma ke bidan gitu," ungkap ibunya Nera.
Merespons soal naik rakit, KDM langsung menelepon bawahannya untuk mengecek sungai perlintasan rakit yang dilalui Nera ini.
Jika memungkinkan, kata Dedi, bisa jadi akan dibangun jembatan rakit untuk perlintasan warga.