"Bukan sakit polio. Jadi tulang punggungnya itu lemes.”
"Seiring waktu, waktu pertama kita data itu dia usianya masih 9 bulan, sekarang usianya sudah 2 tahun 10 bulan, kami sudah monitor," ujar Lurah Susukan Andri dikutip dari Warta Kota, Selasa (1/7/2025).
Andri mengatakan pihaknya dan warga setempat berkomitmen membantu kesembuhan Kirana, bocah malang tersebut.
Menurut Andri, saat ini Kirana pun sedang menjalani terapi agar kakinya yang layu bisa menekuk dibantu sepatu Avo atau sepatu khusus.
Baca juga: Agam Rinjani Semprot Pemandu Juliana Marins soal Cara Penyelamatan, Harusnya Ada yang Temani
Sepatu tersebut diberikan sebagai alat terapi untuk kaki Kirana yang sulit berjalan agar sarafnya kembali berfungsi dan normal.
Andri menjelaskan sepatu Avo untuk Kirana tersebut didapat setelah pihaknya bersurat meminta bantuan kepada Baznas Jakarta Timur.
Setelah disetujui, Kirana pun diajak ke lokasi pembuatan sepatu khusus itu untuk mengukur kakinya agar melekat saat digunakan.
Andri bersyukur, pengajuan bantuan ke Baznas Jakarta Timur itu prosesnya cepat sehingga Kirana kini mendapat bantuan.
Di balik bantuan yang didapatkan Kirana, ternyata bocah perempuan ini juga menyimpan kisah pilu.
Baca juga: Pemkot Surabaya Buka Seleksi Sekda, ASN se-Jatim Boleh Daftar, Syaratnya Jabat Kadis Minimal 2 Tahun
Diketahui ibunya menghilang, sedangkan keberadaan ayahnya pun tidak jelas.
Menurut keterangan warga, ibu kandung Kirana sudah lama tak menjenguk tanpa ada kabar dan penjelasan.
Meski begitu, Kirana kini dirawat pengasuhnya bernama Sumarni.
Sumarni sendiri sudah menganggap Kirana sebagai anaknya sendiri.
Baca juga: Gayanya Naik Mobil, Wanita ini Curi Kue Lapis di Toko Roti, Pegawai Geram Terpaksa Iuran Ganti Rugi
Lurah Susukan mengaku tidak mengetahui nama ibu kandung Kirana.
Andri menyebut ibu kandung Kirana itu bukan warga di kelurahan Susukan, tapi tinggal di kawasan Cijantung, Jakarta Timur.