Berita Viral
Alasan Cak Imin Ngaku sudah Kapok Jadi Menteri Tapi Masih Terima Jabatan Menko PM
Cak Imin masih menerima jabatan sebagai Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) dari Presiden Prabowo.
TRIBUNJATIM.COM - Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku sudah kapok menjadi menteri.
Namun, dirinya kini masih menerima jabatan sebagai Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) dari Presiden Prabowo.
Candaan itu dilontarkan oleh Cak Imin ketika kunjungan ke Malang, Jawa Timur.
Cak Imin memberikan alasan kenapa dirinya masih mau menerima jabatan.
Baca juga: Cak Imin Tak Peduli Isu Dalang Ijazah Palsu yang Menyeret Jokowi: Nggak Ikut-ikut
“Saya ini sebetulnya kenapa jadi menteri itu mau? Mau lagi? Sebetulnya sudah kapok jadi menteri,” ujar Cak Imin di Malang, Jawa Timur, Sabtu (9/8/2025).
Ia mengenang pengalamannya saat menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada 2009.
Dia mengatakan kala itu dirinya juga menangani persoalan pekerja migran bersama sejumlah aktivis.
“Kenapa saya mau lagi, karena dulu tahun 2009 saya juga ngurusin PMI, pekerja migran,” kata dia.
“Saya bukan hanya didemo, dinasihatin, dimarahin, ya memang menteri tugasnya begitu,” ujarnya.
Dia juga mengatakan bahwa menjabat sebagai menteri adalah hal yang tidak mudah karena sudah pasti akan mendapat banyak kritik.
“Disuruh-suruh sudah benar disalahkan, sudah salah apa lagi, yang kira-kira gitu. Nah, eh tahu-tahu ketemu lagi urusan PMI lagi, ya itu sudah menjadi takdir,” ungkapnya.
Meski demikian, Cak Imin menegaskan komitmennya untuk memperbaiki tata kelola pekerja migran, khususnya di Malang.
“Karena itu, saya bertekad dan mari benahi bareng-bareng. Malang akan menjadi kabupaten terbaik soal pekerja migran di masa yang akan datang,” kata dia.
Cak Imin juga tegas akan memperbaiki masalah-masalah PMI yang selama ini terjadi.
“Ini serius, serius seserius-seriusnya. Ini bukan retorik. Datang lagi ke Malang lagi, kita bawa semua kekuatan Jakarta ke sini, kita dorong semua potensi Jakarta di sini, kita jadikan Malang pusat talent pekerja migran Indonesia,” tegasnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
| Dedi Mulyadi Tak Salahkan Guru yang Potong Rambut Siswi karena Diwarnai, Minta Murid Tak Sakit Hati |
|
|---|
| Guru SMKN Potong Paksa Rambut Siswi Berhijab yang Ketahuan Diwarnai, Wali Murid Tuntut Guru Dimutasi |
|
|---|
| Guru SDN Hukum Siswa Makan Tanah Lumpur karena Tak Mau Berhenti Main Bola, Wali Murid Ngamuk |
|
|---|
| Sosok AKBP Saharudin, Perwira Polda Kalsel yang Tak Terima Ditegur karena Merokok Sambil Nyetir |
|
|---|
| Pendapatannya Rp 500 Ribu Sebulan, Any Guru Honorer Tetap Semangat Ngajar dan Hidupi 3 Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Ketua-Umum-PKB-Menko-PMI-Muhaimin-Iskandar-alias-Cak-Imin.jpg)