TRIBUNJATIM.COM - Presiden Prabowo Subianto mengaku kasihan pada Immanuel Ebenezer.
Immanuel Ebenezer atau Noel kini menjadi tersangka kasus dugaan pengumpulan uang ilegal sebesar Rp 81 miliar sejak tahun 2019 dari perusahaan jasa K3 (PJK3).
Noel kena operasi tangkap tangan (OTT) KPK setelah 10 bulan diangkat Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker).
Imbas kasus yang kini menjeratnya, Noel dipecat dari jabatan Wamenaker.
Prabowo mengungkapkan keprihatinannya terhadap kasus yang menjerat eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer.
Hal itu disampaikannya dalam acara pembukaan Apkasi Otonomi Expo di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (28/8/2025).
Presiden Republik Indonesia (Presiden RI) tersebut menduga Noel khilaf.
Untuk diketahui, khilaf adalah istilah serapan dari bahasa Arab yang berarti salah atau keliru tanpa niat jahat.
Kata ini digunakan untuk menggambarkan tindakan, perbuatan, atau sikap yang bertentangan dengan aturan, hukum, atau norma yang berlaku, namun dilakukan secara tidak sengaja.
"Apakah tidak ingat istri dan anaknya? Kalau tangannya diborgol pakai baju oranye, apa tidak ingat anak dan istrinya?" ujar Prabowo dengan nada prihatin.
Prabowo mengakui bahwa Noel merupakan anggota Partai Gerindra, meski belum mengikuti kaderisasi. Ia menyebut Noel sebagai sosok yang menarik namun mungkin khilaf.
"Sebetulnya orangnya itu menarik, mungkin dia khilaf. Saya kasihan kadang-kadang, tapi apa boleh buat," tuturnya dikutip dari tayang Kompas TV.
Baca juga: Sebut Nambah Gaji Harus Pintar Nyopet, Noel Peras Buruh: Sertifikasi K3 Rp275.000 Jadi Rp6 Juta
Presiden juga menegaskan komitmennya dalam pemberantasan korupsi.
Ia mengaku telah berulang kali mengingatkan para menteri dan anggota partai untuk menjauhi praktik korupsi, bahkan sejak sebelum dilantik sebagai Presiden pada 20 Oktober 2024.
"(Saya) dapat laporan dari Jaksa Agung, dari penegak hukum lain, PPATK juga. Saya ingatkan, tapi kadang-kadang khilaf manusia itu, mungkin," tambahnya.
Untuk diketahui, sosok Immanuel Ebenezer dikenal luas setelah menjadi pendukung militan pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
Sebelum moncer di dunia politik Tanah Air, politisi Partai Gerindra ini ternyata pernah bekerja sebagai driver ojek online (ojol).
Baca juga: Sosok Irvian Bobby Mahendro, Sultan yang Dimintai Rp3 M Oleh Immanuel Ebenezer Buat Renovasi Rumah
Baca juga: Noel Minta Amnesti Malah Dicopot dari Jabatan Wamenaker, Presiden Prabowo: Tidak Membela Korupsi
"Saya pernah menjadi driver Ojol di tahun 2016, bahkan anak saya pun menjadi driver Ojol," ujar Noel dikutip dari Pos Belitung.
"Saat mendaftar, surat nikah saya jadi jaminan, dan anak saya harus menyertakan ijazahnya," kenang Noel.
Ia pun sudah memahami titik gacor saat mencari penumpang.
Bukan sekadar mantan pengemudi, Noel mengenal Jakarta layaknya peta hidup.
Ia berbagi tips soal ‘titik gacor,’ tempat di mana pesanan Ojol sering bermunculan.
“Dulu, kalau ingin banyak order, saya ke Grand Indonesia. Saya masih ingat titik-titik sibuk di Jakarta.
Jadi, kalau order sedikit, mungkin rekan-rekan kurang pas milih lokasi,” katanya sambil bercanda.
Nama Immanuel kemudian dikenal setelah ia menjadi relawan Joko Widodo (Jokowi) dan menjabat sebagai Ketua Umum Relawan Jokowi Mania (JoMan).
Ia merupakan pendukung militan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden 2019, Jokowi dan Ma’ruf Amin.
Di Pilpres 2024, Noel awalnya mendukung Ganjar Pranowo, tapi beralih memberikan dukungan ke Prabowo Subianto.
Ia kemudian membentuk kelompok relawan “Prabowo Mania 08” dan bergabung dengan Partai Gerindra.
Kemudian ia juga pernah mencoba mencalonkan maju ke DPR dari Gerindra (Dapil Kalimantan Utara) tapi gagal.
Baca juga: Apa itu Sertifikasi K3 yang Buat Wamenaker Immanuel Ebenezer Kena OTT KPK? Ruang K3 Disegel
Kariernya menanjak lalu ditunjuk sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) periode 2024–2029.
Namun baru 10 bulan diangkat Presiden Prabowo Subianto sebagai Wamenaker, Noel diciduk KPK bersama 20 orang lainnya, termasuk pejabat eselon II di Kementerian Ketenagakerjaan.
Barang bukti yang diamankan meliputi uang tunai, puluhan mobil mewah, dan motor mewah Ducati.
Harta kekayaan Noel yang dilaporkan ke LHKPN pada Desember 2024 mencapai Rp17,6 miliar, terdiri dari tanah dan bangunan, alat transportasi, harta bergerak lainnya, dan kas.
Kisah inspiratifnya kini berubah menjadi ironi.
Rangkaian OTT KPK di Kementerian Ketenagakerjaan
- Tanggal Kejadian: Kamis, 21 Agustus 2025
- Lokasi: Kementerian Ketenagakerjaan
Pelaku Utama
- Immanuel Ebenezer (Wakil Menteri Ketenagakerjaan)
- Pejabat Eselon II
- Sekitar 20 orang lainnya
Kronologi Penangkapan
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kementerian Ketenagakerjaan.
- Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, bersama sekitar 20 orang lainnya diamankan.
- Penangkapan ini dikonfirmasi oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Cahyanto.
Dugaan Kasus
- Dugaan pemerasan terhadap perusahaan-perusahaan terkait pengurusan sertifikasi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
- KPK belum merilis detail kasus secara resmi
Status Hukum:
- Pemeriksaan intensif sedang berlangsung di Gedung Merah Putih KPK
- Penentuan status hukum dalam waktu 1x24 jam
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com
Berita Viral lainnya