TWA Kawah Ijen Kembali Dibuka, Pengunjung Diminta Wajib Pakai Guide Berizin

TWA Kawah Ijen kembali dibuka sejak 26 Februari 2026, pengunjung diimbau menggunakan guide berizin

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Aflahul Abidin
GUNUNG IJEN - Pemandangan di TWA Gunung Ijen beberapa waktu lalu. BBKSDA Jatim telah menyelesaikan hasil evaluasi setelah ada pendaki yang sempat tersesat. 

Ringkasan Berita:
  • TWA Kawah Ijen kembali dibuka sejak 26 Februari 2026.
  • Hasil evaluasi menyebut penyebab pendaki tersesat karena human error dan pelanggaran SOP.
  • Pengunjung diimbau menggunakan guide berizin serta memastikan kondisi fisik dan mental fit sebelum mendaki.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Taman Wisata Alam Kawah (TWA) Ijen kembali dibuka untuk wisatawan mulai 26 Februari 2026 setelah sebelumnya ditutup akibat insiden pendaki yang sempat hilang. 

Proses evaluasi atas kejadian tersebut kini telah rampung atas kasus tersebut. 

Kepala Seksi V BKSDA Banyuwangi Dwi Sugiarto mengatakan, ada lima poin utama dari hasil evaluasi yang digelar bersama pemangku kepentingan dan pihak terkait lain.

Hasil evaluasi tersebut merujuk pada fakta-fakta setelah pendaki yang sempat hilang, Muhammad Dzikri Maulana (16), ditemukan selamat.

Baca juga: Permintaan Pertama Remaja Pendaki yang Hilang di TWA Kawah Ijen setelah 14 Jam Sendirian di Alam

Lima Poin Hasil Evaluasi

Hasil evaluasi pertama, standar operasional prosedur pendakian yang telah dibuat untuk mengatur pendakian wisatawan TWA Kawah Ijen dianggap telah memadai untuk menjamin keamanan dan keselamatan pengunjung.

Kedua, sarana prasarana di sepanjang jalur pendakian berupa papan informasi, larangan, dan penunjuk arah juga telah memadai untuk memastikan wisatawan tidak tersesat keluar jalur.

Ketiga, kondisi cuaca saat kejadian, meskipun kadang berkabut, namun kecil kemungkinan menyebabkan wisatawan tersesat ataupun mengalami gangguan kesehatan.

Baca juga: Pendaki yang Hilang Telah Ditemukan, Taman Wisata Alam Kawah Ijen Tetap Ditutup Delapan Hari

Keempat, kejelasan jalur, lebar jalur, dan alur pendakian disebut cukup memadai. Kecil kemungkinan menyebabkan wisatawan tersesat.

Kelima, tingkat kepatuhan korban beserta teman-temannya dalam satu tim, terkait pentingnya menjaga dan memastikan kondisi jasmani dan rohaninya, masih rendah. Hal tersebut termasuk aspek kebersamaan dan kekompakan.

"Kesimpulannya, penyebab pendaki tersesat karena human error atau pelanggaran terhadap SOP pendakian dan rendahnya kebersamaan atau kekompakan tim," kata Dwi, Sabtu (2/2/2026).

Pengawasan Akan Diperketat

Dengan demikian, menurut Dwi, fokus perbaikan ke depan adalah memperketat pengawasan terhadap kondisi fisik dan kesehatan pengunjung. Baik kesehatan jasmani maupun rohani. 

"Agar pengunjung yang akan mendaki telah memiliki kelayakan untuk mendaki. Serta memastikan pengunjung mematuhi aturan dan SOP pendakian yg telah dibuat, serta tetap menjaga kebersamaan dan kekompakan tim," sambung dia.

Pihak pengelola juga mengimbau agar pengunjung menggunakan guide berizin yang telah mengenal medan TWA Kawah Ijen. Guide yang dapat memantau pergerakan tamu penting agar kejadian wisatawan terseseat tidak terjadi lagi.

Pengunjung juga diminta untuk mematuhi segala ketentuan dan peraturan yang berlaku. Termasuk membeli tiket masuk berikut asuransinya dan mengantongi surat keterangan sehat.

"Juga memastikan kondisi pengunjung benar-benar dalam keadaan fit dan sehat baik jasmani maupun rohani," sambung dia.

Dwi juga meminta agar pengunjung selalu bersama rombongan dalam pendakian. Kekompakan untuk menjaga satu sama lain harus dibangun sejak berangkat hingga pulang.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved