Penjualan Hewan Kurban di Malang Raya

Inilah Kasus yang Paling Banyak Ditemukan dari Hasil Cek Kesehatan Hewan Kurban di Kota Batu

Dalam sidak jelang Idul Adha tahun ini, sudah ada sembilan lokasi di Kota Batu yang didatangi tim gabungan.

Tayang:
Penulis: Dya Ayu | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Dya Ayu
LAPAK HEWAN KURBAN - Lapak pedagang hewan kurban di Jalan Sultan Agung, Kota Batu, sepi pembeli. Kondisi ini tak membuat pedagang kaget karena tahun lalu penjualan hewan kurban di Kota Batu juga sepi karena kondisi ekonomi. 
Ringkasan Berita:
  • Dalam sidak jelang Idul Adha tahun ini, total sudah ada sembilan lokasi di Kota Batu yang didatangi tim gabungan.
  • Ada beberapa temuan kasus pada hewan.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Dya Ayu

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Pemerintah Kota Batu telah menerjunkan tim gabungan untuk cek kesehatan hewan kurban di lapak dan peternakan sebelum Hari Raya Idul Adha 1447 H pada Rabu (27/5/2026).

Tim gabungan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP), Dinas Kesehatan, dan dokter hewan, dikerahkan untuk memastikan hewan kurban yang akan diperjualbelikan untuk disembelih dalam kondisi sehat serta memenuhi ketentuan.

Baca juga: Harga Plastik Mahal, Masyarakat Diimbau Pakai Daun Pisang & Besek Bambu Buat Wadah Daging Kurban

Bahkan dalam hal ini, Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto juga ikut serta melakukan pengecekan dan memberikan vitamin bagi hewan kurban.

Dalam sidak jelang Idul Adha tahun ini, total sudah ada sembilan lokasi di Kota Batu yang didatangi tim gabungan.

Hasilnya, kondisi kesehatan hewan kurban di Kota Batu dinyatakan aman untuk disembelih.

"Dari hasil pemeriksaan klinis oleh dinas dan dokter hewan kemarin, alhamdulilah menunjukkan seluruh hewan kurban dinyatakan sehat dan layak. Jadi warga Batu tidak perlu khawatir atau was-was lagi saat membeli," kata Heli Suyanto, Minggu (24/5/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Batu, Hendry Suseno menjelaskan, tahun sebelumnya ada beberapa temuan kasus pada hewan.

Di antaranya penyakit kulit menular Orf pada kambing dan domba yang disebabkan oleh virus Parapoxvirus.

"Untuk hewan yang mengalami kasus seperti ini kami berikan obat, dan kami minta agar dilakukan isolasi serta larangan untuk dijual," ujar Hendry kepada TribunJatim.com.

Sedangkan kasus terbanyak saat pemeriksaan ante mortem di tahun 2025, di antaranya umur hewan kurban tidak cukup atau belum dewasa, betina produktif, mata merah, dan sedang dalam kondisi flu.

Temuan yang seperti ini, menurut Hendry, Dinas meminta agar pedagang mengganti hewan tersebut dengan hewan yang sudah sesuai ketentuan.

"Yang sakit diisolasi, diobati, dilarang untuk disembelih atau jika tidak parah harus disembelih paling akhir," jelasnya.

Sedangkan penemuan kasus saat pemeriksaan Post Mortem tahun 2025, dinas terkait menemukan kasus Fasciolosis atau cacing pada organ hepar dan pneumonia dan bercak merah pada organ paru.

"Yang seperti ini harus dibuang keseluruhan bagian yang rusak, dikubur atau dibakar," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved