Penjualan Hewan Kurban di Malang Raya

Lapak Hewan Kurban di Kota Malang Sepi Pembeli, Pedagang Hanya Berharap Modal Kembali

Penjualan hewan kurban di sejumlah lapak Kota Malang menjelang Hari Raya Iduladha 2026 disebut mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Purwanto
LESU - Ilustrasi. Penjualan hewan kurban di sejumlah lapak Kota Malang menjelang Hari Raya Iduladha 2026 disebut mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

Ringkasan Berita:
  • Penjualan kambing kurban di Kota Malang menjelang Iduladha 2026 disebut lebih sepi dibanding tahun sebelumnya. 
  • Harga kambing justru mengalami penurunan hingga jutaan rupiah dibanding tahun lalu. 
  • Pedagang berharap lonjakan pembeli masih bisa terjadi pada H-1 Iduladha.

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Penjualan hewan kurban di sejumlah lapak Kota Malang menjelang Hari Raya Iduladha 2026 disebut mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Para pedagang mengaku pembeli lebih sepi, bahkan ketika harga kambing tahun ini justru turun dibanding tahun lalu.

Salah satu pedagang kambing kurban, Halimah, mengatakan kondisi penjualan tahun ini berbeda dibanding momen Iduladha sebelumnya. 

Pedagang Sebut Pembeli Jauh Berkurang

Biasanya, suasana lapak sudah ramai sejak sepekan sebelum hari raya hingga H-1 Iduladha. Namun tahun ini, jumlah pembeli yang datang untuk sekadar melihat maupun membandingkan harga disebut jauh berkurang. 

“Biasanya weekend itu ramai, walaupun cuma melihat-lihat atau tanya harga. Sekarang sepi. Sabtu kemarin cuma pagi saja yang ada pembeli. Itu pun hanya satu,” ujar Halimah, Minggu (24/5/2026).

Baca juga: DPRD Malang Realisasikan Usulan Masyarakat, PJU Segera Terpasang di Desa Minim Pencahayaan

Perempuan yang sudah 19 tahun berjualan hewan kurban itu mengaku kini lebih berhati-hati mendatangkan stok kambing. 

Jika sebelumnya ia berani menyediakan hingga 100 sampai 150 ekor kambing, tahun ini ia hanya menyiapkan sekitar 60 ekor. Hingga H-3 Iduladha, kambing yang terjual baru sekitar 40 persen dari stok awal. 

“Sisa 60 persen. Biasanya H-3 seperti sekarang ini sudah ramai. Saya berharap memang segera ada yang beli,” harapnya.

Menurut Halimah, kondisi tersebut tidak lazim. Pada tahun-tahun sebelumnya, menjelang H-3 Iduladha stok kambing biasanya sudah hampir habis dan hanya menyisakan sekitar 20 persen. Bahkan saat malam takbiran, kambing yang tersisa biasanya tinggal dua hingga empat ekor saja. 

“Kalau sekarang yang laku baru sekitar 40 persen. Sisanya masih banyak,” katanya. 

Harga Kambing Justru Turun

Menariknya, lesunya penjualan terjadi di tengah harga kambing yang justru mengalami penurunan dibanding tahun lalu. 

Halimah menyebut kambing yang tahun lalu dijual sekitar Rp 7 juta, kini hanya berkisar Rp 5 juta. 

Sementara kambing ukuran besar yang tahun lalu bisa terjual Rp 8,5 juta, kini hanya laku sekitar Rp 6,75 juta. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved