Libur Waisak Dongkrak Okupansi Hotel di Kota Batu, Melonjak Sampai 80 Persen

Kota Batu masih menjadi daerah yang digandrungi wisatawan untuk berlibur.

Tayang:
Penulis: Dya Ayu | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Dya Ayu
ILUSTRASI LIBURAN KELUARGA - Okupansi hotel di Kota Batu meningkat signifikan saat libur panjang Hari Waisak tanggal 30-31 Mei dibanding saat libur Idul Adha lalu 

 

Ringkasan Berita:
  • Okupansi hotel di Kota Batu meningkat signifikan saat libur Waisak 30–31 Mei 2026, mencapai lebih dari 80 persen.
  • Angka tersebut naik dibandingkan libur Idul Adha sebelumnya yang hanya berada di kisaran 60 persen.
  • Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi, menyebut lonjakan ini dipengaruhi momentum liburan dan kembali meningkatnya minat wisatawan berlibur ke Batu

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Dya Ayu

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Kota Batu masih menjadi daerah yang digandrungi wisatawan untuk berlibur.

Hal itu dibuktikan dari keterisian kamar hotel atau okupansi hotel saat libur Hari Waisak akhir pekan kemarin.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi mengatakan okupansi hotel di Kota Batu meningkat signifikan dibanding saat libur Idul Adha lalu.

“Tanggal 30-31 Mei kemarin mengalami kenaikan, rata-rata okupansi hotel di Batu mencapai lebih dari 80 persen,” kata Sujud Hariadi, Senin (1/6/2026).

Sedangkan menurut Sujud saat libur Idul Adha tanggal 27-28 Mei lalu, okupansi hotel di Kota Batu hanya mencapai 60 persen.

Baca juga: Okupansi Hotel Di Kota Batu Selama Libur Lebaran hanya di Angka 70 persen

“Masih tinggi akhir pekan lalu, mungkin karena wisatawan baru berlibur setelah Idul Adha. Sehingga saat Idul Adha lalu okupansi hanya dikisaran 60 persen saja,” jelasnya.

Meski sektor perhotelan menunjukan tren prositif saat libur Hari Waisak, namun diakui Sujud faktor perekonomian yang terjadi di Indonesia saat ini berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. 

“Kondisi geopolitik dunia juga memberikan guncangan terhadap perekonomian nasional sehingga belanja pemerintah mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir,” ujarnya.

Kondisi ini dinilai Sujud juga berimbas pada penurunan mobilitas wisatawan dan memengaruhi tingkat hunian hotel di Kota Batu maupun daerah lain.

“Untuk menghadapi kondisi saat ini kami gencar melakukan promosi dan marketing. Mulai dari sales call, mengikuti expo di luar kota, dan juga kegiatan table top yang lebih banyak menyasar pasar business to business,” pungkasnya

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved