Kejari Batu Bantah Isu SP3, Kasus Dugaan Korupsi RSUD Karsa Husada Terus Diusut
Proses penyelidikan dugaan kasus tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan RSUD Karsa Husada Kota Batu dipastikan masih terus menggelinding.
Penulis: Dya Ayu | Editor: Sudarma Adi
Ringkasan Berita:
- Bantahan Isu SP3: Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu menegaskan kabar penghentian kasus (SP3) dugaan korupsi RSUD Karsa Husada adalah hoaks. Proses hukum dipastikan tetap berjalan.
- Pemeriksaan Saksi Intensif: Tim penyidik telah memanggil dan memeriksa belasan saksi, termasuk dari pihak internal RSUD Karsa Husada.
- Pelibatan Empat Ahli: Kejari Batu menggandeng empat ahli—termasuk ahli bidang SDM—untuk membedah aspek teknis, administratif, hingga standar kelayakan proyek.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Dya Ayu
TRIBUNJATIM.COM, BATU – Proses penyelidikan dugaan kasus tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan RSUD Karsa Husada Kota Batu dipastikan masih terus menggelinding.
Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu secara tegas menepis rumor yang menyebutkan bahwa kasus kakap ini telah dihentikan.
Kabar burung mengenai penerbitan Surat Perintah Pemberhentian Penyelidikan (SP3) langsung dibantah oleh Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Batu, Wisnu Sanjaya. Ia memastikan tim penyidik masih bekerja keras di lapangan.
“Progres permintaan keterangan tetap jalan,” ujar Wisnu Sanjaya saat memberikan keterangan pada Senin (8/6/2026).
Baca juga: Wali Murid Was-was Nilai TKA Jelek, Disdik Kota Batu: Jalur Domisili SPMB Tetap Utamakan Jarak Rumah
Penegasan ini memperkuat statmen bersama yang pernah disampaikan Wisnu Sanjaya dan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Batu, Samsul Apriwahyudi Sahubauwa, pada 27 Maret lalu.
Keduanya kompak menyatakan bahwa isu SP3 tersebut sama sekali tidak benar.
Periksa Belasan Saksi dan Gandeng 4 Ahli
Untuk membongkar dugaan penyelewengan ini, Kejari Batu tidak main-main. Hingga saat ini, tim penyidik terus mengumpulkan bahan keterangan dari belasan saksi penting, termasuk dari lingkungan internal RSUD Karsa Husada sendiri.
Guna memperkuat bukti dan mempertajam analisis, korps adhyaksa ini juga melibatkan empat orang ahli di bidangnya.
“Kami juga melibatkan empat ahli untuk tambahan memperdalam kajian,” jelas Wisnu.
Keterlibatan para ahli, termasuk di bidang Sumber Daya Manusia (SDM), dinilai sangat krusial. Kehadiran mereka diperlukan untuk menelaah secara mendalam aspek teknis, administratif, hingga kelayakan dan standar baku yang seharusnya diterapkan dalam proyek fasilitas kesehatan milik pemerintah tersebut.
Bidik Proyek Gedung 2022 dan Pengadaan Alkes
Sebagai informasi, pusaran kasus ini bermula dari proyek pembangunan gedung lantai tiga RSUD Karsa Husada yang dikerjakan pada Tahun Anggaran 2022 lalu. Proyek tersebut diketahui menelan dana segar dari APBD hingga miliaran rupiah.
Baca juga: Bocoran 3 Calon Sekda Kota Batu Berawalan Huruf A, Diumumkan Wali Kota Nurochman Besok
Selain bangunan fisik, jaksa penyidik juga mengarahkan radar mereka pada proyek pengadaan alat-alat kesehatan (alkes) bernilai tinggi yang menjadi penunjang operasional di gedung baru tersebut.
Penelusuran korps baju cokelat ini dipastikan tidak hanya berhenti pada kekuatan konstruksi beton semata. Kejari Batu tengah mendalami potensi adanya penyimpangan anggaran, ketidaksesuaian spesifikasi barang, hingga indikasi kecacatan prosedur dalam proses lelang pengadaan barang dan jasa.
“Pendekatan melibatkan ahli ini merupakan upaya membangun kasus yang kuat berdasarkan kajian mendalam, sebelum menentukan langkah hukum lebih lanjut,” tutur Wisnu memungkasi penjelasannya.
pembangunan RSUD Karsa Husada
tindak pidana korupsi
Surat Perintah Pemberhentian Penyelidikan
RSUD Karsa Husada Batu
Kejari Batu
Kota Batu
TribunJatim.com
| Uang Rp 50 Ribu Tak Dapat Apa-Apa, Ibu Rumah Tangga di Ponorogo Mengeluh Harga Sembako Naik Serempak |
|
|---|
| Bersih-bersih Rumah, Remaja 15 Tahun Terjatuh ke Sumur Sedalam 25 Meter, Nangis saat Dievakuasi |
|
|---|
| Bukan Sekadar Turnamen, TPAAF 2026 di Gresik Buka Jalan Pelajar ke Panggung Dunia |
|
|---|
| Alasan Persija Tunjuk Shin Tae-yong Jadi Pelatih Baru usai 5 Tahun Tangani Timnas Indonesia |
|
|---|
| Harga Tepung di Pasar Induk Among Tani Kota Batu Melejit sampai Rp4.000 per Kilo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kepala-Seksi-Intelejen-Kejaksaan-Negeri-Batu.jpg)