Harga Tepung Melonjak, Pedagang Pentol dan Bakso Kota Batu Terpaksa Perkecil Ukuran
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai berdampak pada pelaku usaha kecil di Kota Batu.
Penulis: Dya Ayu | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Harga tepung tapioka di Kota Batu naik tajam dari Rp9.000 menjadi Rp13.000 per kilogram dalam dua pekan terakhir.
- Kenaikan harga bahan baku membuat pedagang pentol dan bakso kesulitan mempertahankan margin keuntungan.
- Sejumlah pedagang memilih memperkecil ukuran bakso dan pentol daripada menaikkan harga jual kepada pelanggan.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Dya Ayu
TRIBUNJATIM.COM, BATU - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai berdampak pada pelaku usaha kecil di Kota Batu.
Salah satu yang paling merasakan tekanan tersebut adalah para pedagang pentol dan bakso yang kini harus menghadapi lonjakan harga tepung tapioka sebagai bahan baku utama produksi.
Pasalnya saat ini harga tepung tapioka atau tepung kanji yang menjadi salah satu bahan utama membuat pentol dan bakso mengalami kenaikan signifikan.
Dari pantauan TribunJatim.com di Pasar Induk Among Tani Kota Batu, Jawa Timur, kenaikan harga tepung telah terjadi sejak dua pekan lalu dari Rp 9.000 perkilo kini naik menjadi Rp 13.000.
Sedangkan untuk harga tepung terigu naik Rp1.000 dari Rp11.000 jadi Rp12.000 perkilo.
Naiknya harga tepung ini diakui membuat bakul pentol menjerit. Seperti yang dikatakan pedagang pentol di Jalan Dewi Sartika Kota Batu bernama Cumis. Kondisi ini membuatnya tak bisa berbuat banyak.
Baca juga: Dampak Rupiah Melemah, Harga Ban Motor dan Oli di Lumajang Melonjak Tinggi
“Harga tepung kanji naik terus. Kayak kami gini (bakul pentol,red) bisa berbuat apa? mau gak beli tepung ya mana bisa. Malah nanti gak jualan. Jadi mau gak mau ya tetap jualan meski berat” kata Cumis kepada Suryamalang.com, Senin (8/6/2026).
Sementara itu pedagang bakso keliling di Kota Batu, Nanda mengaku ia terpaksa harus mengurangi ukuran besar bakso yang ia produksi agar tak merugi karena naiknya harga tepung.
“Biar rasanya tetap namun tidak merugi ya mau tidak mau saya kurangi ukuran baksonya. Pembeli yang sudah langganan sempat tanya kenapa ukurannya jadi agak agak kecil, tapi mereka paham harga bahan pokok sekarang naik,” jelas Nanda.
Selain tepung harga beras premium 5 kilogram juga naik dari Rp76.000 menjadi Rp78.000.
Sedangkan untuk harga minyak goreng dan gula saat ini di Pasar Induk Among Tani Batu tergolong aman alias belum ada kenaikan signifikan akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS.
Baca juga: Curhat Warga dan Penjual Makanan di Bondowoso Keluhkan Harga Beras hingga Sayur Melambung
| Kejari Batu Bantah Isu SP3, Kasus Dugaan Korupsi RSUD Karsa Husada Terus Diusut |
|
|---|
| Harga Tepung di Pasar Induk Among Tani Kota Batu Melejit sampai Rp4.000 per Kilo |
|
|---|
| 565 Pembalap Cilik dari Sulsel Hingga Riau Serbu Kota Batu, Gelaran Pushbike Vol 2 Sukses Besar |
|
|---|
| Wali Murid Was-was Nilai TKA Jelek, Disdik Kota Batu: Jalur Domisili SPMB Tetap Utamakan Jarak Rumah |
|
|---|
| Dampak Rupiah Melemah, Harga Ban Motor dan Oli di Lumajang Melonjak Tinggi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Pedagang-penyol-dan-bakso-di-Kota-Batu-terpaksa-mengurangi-ukuran-pentol.jpg)