Wisata Edukasi di Malang Raya
Libur Sekolah Makin Bermakna, Belajar Budidaya Jamur Langsung dari Ahlinya di Mikutopia Batu
Mikutopia Batu menghadirkan wisata edukasi budidaya jamur yang menyasar rombongan sekolah, keluarga, dan komunitas
Penulis: Dya Ayu | Editor: Samsul Arifin
"Mikutopia merupakan nama wisata yang berasal dari bahasa Yunani. Myco yang berarti jamur dan topia memiliki arti dunia impian. Sehingga ideologi dasar Mikutopia bisa disebut dunia jamur, mulai dari bangunannya, nama-nama areanya dan tentunya edukasinya harus identik dengan jamur," kata Panji Akbar Ramadani kepada Suryamalang.com, Minggu (14/6/2026).
Ia mengatakan, wisata edukasi jamur dirancang agar peserta, khususnya pelajar, tidak hanya memperoleh hiburan saat berlibur tetapi juga mendapatkan pengetahuan baru.
"Edukasi budidaya jamur ini merupakan upaya kami mengajarkan siswa-siswa bahwa jamur yang biasa dimakan ternyata pembuatannya mudah dan memiliki nilai edukasi dan bisnis yang bagus," ujarnya.
Belajar Budidaya hingga Peluang Usaha Jamur
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis jamur, teknik budidaya menggunakan media tanam baglog, proses panen, manfaat jamur bagi kesehatan, hingga peluang usaha yang dapat dikembangkan.
Pengunjung juga diajak melihat langsung proses budidaya serta mencoba praktik sederhana menanam maupun menangani jamur dengan pendampingan tim edukator.
Untuk peserta usia dini, materi dikemas lebih interaktif melalui kegiatan mewarnai gambar jamur, mengenal bentuk dan warna, serta lembar kerja siswa dengan durasi sekitar 30 hingga 60 menit.
Harga Paket Edukasi dan Tiket Masuk
Program Mushroom Edu Experience tersedia dalam beberapa pilihan paket dengan harga mulai Rp65.000 hingga Rp130.000 per orang, minimal untuk rombongan 30 peserta.
"Edukasi jamur ini sudah berjalan hampir dua bulan dengan antusias yang cukup bagus. Sekitar 20 lebih sekolah sudah datang untuk mengikuti edukasi jamur di sini. Justru biasanya ramai saat momen weekday," ungkap Panji.
Sementara itu, tiket masuk Mikutopia dibedakan menjadi tiket reguler dan tiket terusan.
Harga tiket reguler sebesar Rp40.000 saat weekday dan Rp45.000 saat weekend.
Sedangkan tiket terusan dibanderol Rp80.000 pada weekday dan Rp95.000 saat weekend, sudah termasuk akses gratis ke 21 wahana.
Bagi pengunjung yang membeli tiket reguler, tarif setiap wahana berkisar antara Rp10.000 hingga Rp25.000, di antaranya Oyster Coaster, Bianglala Lactarius, Big Train Clavulina, Carousel Crispa, hingga Flying Tower Camemberti.
Mikutopia juga menghadirkan wahana terbaru berupa bom-bom car serta pertunjukan seni budaya lokal seperti tari topeng dan Reog Ponorogo.
Warga Sekitar Ikut Diberdayakan
Koordinator Sahabat Mikutopia, Achmad Artur J. Tampi, mengatakan saat ini terdapat 12 tenaga kerja dari masyarakat sekitar yang terlibat dalam program tersebut. Ke depan jumlah tersebut direncanakan bertambah menjadi 15 hingga 20 orang.
"Peserta yang datang untuk wisata Edukasi Jamur akan mengetahui mulai cara menanam, mengolah, hingga mengolahnya menjadi makanan. Peserta tak hanya tahu manfaatnya, tapi juga bisa mempraktikkannya secara langsung," tutur pria yang akrab disapa Rambing itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/belajar-budidaya-jamur-di-mikutopia.jpg)