Makin Loyo, Rupiah Ditutup Nyaris Tembus Rp 17.000 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah ditutup melemah 68 poin menjadi Rp 16.955 per dolar AS, pada perdagangan Senin (19/1/2026) sore

Tayang:
Editor: Ndaru Wijayanto
Kompas.com
RUPIAH MELEMAH - Nilai tukar rupiah ditutup melemah 68 poin menjadi Rp 16.955 per dolar AS, pada perdagangan Senin (19/1/2026) sore, dibandingkan posisi sebelumnya Rp 16.896. 

 "Kondisi ini menambah tekanan terhadap pergerakan mata uang rupiah," kata Ibrahim.

Bank Indonesia (BI) sebenarnya disebut sudah melakukan intervensi untuk mengendalikan volatilitas, tetapi terdapat cukup banyak keterbatasan dari sisi kebijakan.

Ia menyebut BI secara rutin melakukan pembelaan terhadap rupiah, baik di pasar DNDF maupun pasar NDF.

"Namun, toleransi Bank Indonesia terhadap pelemahan rupiah yang moderat dapat membatasi efektivitas intervensi tersebut," ujar Ibrahim.

Guna menopang mata uang rupiah, BI diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan saat rapat kebijakan pada Rabu mendatang.

BI juga disebut telah mengerahkan berbagai instrumen untuk menahan pelemahan rupiah.

Upaya itu dilakukan melalui penyesuaian penerbitan surat berharga bank sentral, intervensi di pasar valuta asing, serta pembelian obligasi pemerintah di pasar sekunder.

Selain itu, rencana pemerintah untuk memperketat pengelolaan devisa hasil ekspor dinilai dapat memberikan bantalan bagi rupiah.

"Namun, para analis tetap menyuarakan kekhawatiran bahwa defisit fiskal tahun ini berpotensi melebar melampaui batas hukum 3 persen, seiring upaya pemerintah meningkatkan belanja di tengah lemahnya penerimaan pajak," ucap Ibrahim.  

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved