Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp 16.988 per Dolar AS, Defisit Anggaran Jadi Sorotan

Rupiah spot di level Rp 16.988 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,19 persen dari sehari sebelumnya Rp 16.955 per dolar AS

Tayang:
Editor: Samsul Arifin
Tribunnews.com
MELEMAH - Ilustrasi uang, Rupiah melemah ke Rp 16.988 per dolar AS, turun 0,19 persen dari perdagangan sebelumnya pada Selasa, (20/1/2025). BI lakukan intervensi dengan berbagai instrumen, termasuk surat berharga dan pembelian obligasi. 

Ringkasan Berita:
  • Rupiah melemah ke Rp 16.988 per dolar AS, turun 0,19 persen dari perdagangan sebelumnya.
  • BI lakukan intervensi dengan berbagai instrumen, termasuk surat berharga dan pembelian obligasi.
  • Menkeu Purbaya optimistis rupiah akan kembali menguat karena fundamental ekonomi domestik dinilai solid.

TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah ke dolar AS semakin melemah di awal perdagangan pada Selasa, (20/1/2025). 

Rupiah spot di level Rp 16.988 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,19 persen dari sehari sebelumnya Rp 16.955 per dolar AS.

Di Asia, mayoritas mata uang melemah terhadap dolar AS pagi ini. 

Won Korea mencatat pelemahan terdalam yakni 0,35 persen, disusul dolar Taiwan yang melemah 0,20 persen, rupiah melemah 0,19 persen, baht Thailand melemah 0,05 persen, dolar Singapura melemah 0,05 persen, dolar Hong Kong melemah 0,01?n peso Filipina yang melemah 0,003 persen terhadap dolar AS.

Sedangkan mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS pagi ini. Ringgit Malaysia naik 0,06 persen, yen Jepang menguat 0,04?n yuan China menguat 0,03 persen terhadap dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 99,06, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 99,39.

Baca juga: Purbaya Tanggapi Rupiah Melemah Usai Isu Thomas Djiwandono Masuk Bursa Deputi Gubernur BI

Faktor Penyebab Pelemahan Rupiah

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, faktor dalam negeri yang menekan rupiah yaitu ada kekhawatiran terhadap kesehatan fiskal Indonesia yang kembali mencuat.

Baca juga: Rupiah Melemah Pasca Thomas Masuk Bursa Deputi Gubernur BI, Menkeu: Itu Spekulasi 

Kekhawatiran itu setelah defisit anggaran 2025 mendekati batas 3 persen, sedangkan penerimaan negara masih lemah.

"Kondisi ini menambah tekanan terhadap pergerakan mata uang rupiah," kata Ibrahim seperti dilansir via Tribunnews.com.

Menurutnya, Bank Indonesia (BI) sebenarnya disebut sudah melakukan intervensi untuk mengendalikan volatilitas, tetapi terdapat cukup banyak keterbatasan dari sisi kebijakan.

Baca juga: Makin Loyo, Rupiah Ditutup Nyaris Tembus Rp 17.000 per Dolar AS

Ia menyebut BI secara rutin melakukan pembelaan terhadap rupiah, baik di pasar DNDF maupun pasar NDF.

"Namun, toleransi Bank Indonesia terhadap pelemahan rupiah yang moderat dapat membatasi efektivitas intervensi tersebut," ujar Ibrahim.

Guna menopang mata uang rupiah, BI diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan saat rapat kebijakan pada Rabu mendatang.

BI juga disebut telah mengerahkan berbagai instrumen untuk menahan pelemahan rupiah.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved