Bisnis

Konsumen Berburu Diskon, Late Night Shopping Mal Surabaya Diserbu, Target Penjualan Naik 20 Persen

Program Late Night Shopping di sejumlah mal Surabaya mulai dipadati pengunjung menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. 

Tayang:
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Sudarma Adi
TribunJatim.com/Nur Ika Anisa
BELANJA LEBARAN - Suasana Royal Plaza Surabaya yang dipenuhi pengunjung jelang Lebaran 2026, Selasa (10/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Fokus Utama: Lonjakan belanja retail pada H-14 Lebaran via Late Night Shopping.
  • Promo Menarik: Diskon besar, buy 1 get 1, hingga paket sembako gratis.
  • Target: Pertumbuhan 20 persen dibandingkan tahun 2025.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Program Late Night Shopping di sejumlah mal Surabaya mulai dipadati pengunjung menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. 

Masyarakat memanfaatkan momen ini untuk berburu diskon besar-besaran yang digelar pusat perbelanjaan.

Memasuki dua pekan terakhir Ramadan, aktivitas belanja di mal meningkat. Berbagai tenant retail menggelar promo clearance sale, potongan harga, hingga program buy one get one free untuk menarik minat pengunjung.

Baca juga: Keseruan Libur Sekolah, Anak-Anak Bisa Bermain dengan Dinosaurus di Royal Plaza Surabaya

Pergeseran Tren: Dari Kuliner ke Belanja Retail

Direktur Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, mengatakan program Late Night Shopping diharapkan menjadi momentum mendongkrak penjualan ritel selama Ramadan.

“Tentunya kita berharap bisa menjadi momentum untuk mendongkrak penjualan retail di bulan puasa ini. Karena pada saat satu hingga dua minggu pertama puasa, pergerakan retail masih banyak dirasakan tenant food and beverage,” ujar Sutandi, Selasa (10/3/2026).

Ia menjelaskan, pada awal Ramadan aktivitas di pusat perbelanjaan didominasi pengunjung yang datang untuk berbuka puasa. Antrean panjang terlihat di berbagai tenant makanan di sejumlah mal di Surabaya.

“Ketika buka puasa pengunjung selalu antre, baik itu di Tunjungan Plaza, Royal Plaza maupun mall-mall lain di Surabaya,” jelasnya.

Sutandi yang juga menjabat Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur menuturkan, pergerakan ekonomi di Surabaya sebenarnya sudah terasa pada Desember dan Januari lalu.

Pada periode tersebut, masyarakat mulai kembali aktif berbelanja dan meningkatkan pengeluaran. Namun saat memasuki Ramadan, pergerakan ekonomi kembali melambat.

Menurutnya, kondisi geopolitik global turut memengaruhi daya beli masyarakat.

“Terutama kemarin kena efek kondisi geopolitik global, seperti perang di Iran. Itu terasa sekali masyarakat jadi menahan belanja,” katanya.

Karena itu, pihak pengelola mal mencoba mendorong minat belanja melalui berbagai program promosi. Selain diskon besar, sejumlah tenant juga menawarkan program menarik seperti beli Rp500 ribu gratis beras dan berbagai hadiah lainnya.

“Kita berharap dengan adanya late night shopping dan event-event diskon ini bisa menjadi pendorong lagi untuk pertumbuhan,” paparnya.

Berkaca pada tahun lalu, program Late Night Shopping dinilai terbukti mampu meningkatkan penjualan retail.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved