Ingin Punya Usaha Tapi Terbentur Modal? Ini Jalur yang Lebih Realistis dan Bisa Dicoba

Keinginan memiliki usaha sendiri kerap terbentur satu persoalan: modal. Begitu mulai menghitung biaya sewa tempat, stok barang, promosi

Tayang:
Editor: Ndaru Wijayanto
Istimewa
Raka Rosadi Putra, seorang agency builder di Prudential Syariah. 

Di titik inilah tenaga pemasar yang profesional punya peran penting: bukan sekadar mencari penjualan, tetapi membantu orang mengambil keputusan yang lebih terencana.

Ada buktinya: prestasi tenaga pemasar juga diakui industri
Peluang usaha menjadi tenaga pemasar diakui industri. Ada indikator yang bisa dilihat secara nyata.

Tenaga pemasar Prudential Syariah, misalnya, mencatat capaian di level industri melalui penghargaan.

Pada ajang Sharia Insurance Convention and Awards (SICA) 2025, tenaga pemasar Prudential Syariah memborong enam penghargaan salah satunya sebagai The Best of The Best Sharia Agent maupun penghargaan lainnya yang diberikan kepada tenaga pemasar dan leader dari berbagai daerah.

Capaian seperti ini menunjukkan bahwa profesi tenaga pemasar memiliki jalur pengembangan yang jelas, mulai dari pembekalan, peningkatan kapasitas, hingga peluang berprestasi.

Dengan kata lain, ini bukan pekerjaan yang “jalan di tempat”, melainkan bisa menjadi karier yang bertumbuh jika dijalankan dengan disiplin.

Selain prestasi, kisah di lapangan menunjukkan bahwa profesi tenaga pemasar bukan sekadar soal penghasilan, tetapi juga soal dampak, membantu peserta dengan mendampingi keluarga saat tertimpa musibah, membantu proses klaim, dan memastikan hak perlindungan diterima sesuai ketentuan. Hal serupa dialami Raka.

Sejak 2022 ia menekuni profesi ini secara full-time dan telah menangani klaim dari jutaan hingga ratusan juta rupiah, termasuk pernah mendampingi peserta dengan klaim hingga Rp500 juta; totalnya kini mencapai miliaran rupiah. 

Bisnis ini hanya perlu dimulai sekarang, bukan dengan ”modal besar” 
Dalam profesi tenaga pemasar, yang biasanya paling menentukan bukan besar kecilnya modal uang, melainkan konsistensi untuk mulai segera: belajar, membangun jaringan, menjaga disiplin waktu, serta mengutamakan kebutuhan orang yang dilayani.

Raka sendiri menyampaikan pesan sederhana untuk siapa pun yang ingin berkembang, apa pun latar belakangnya.

“Tanya dulu, punya mimpi atau tidak, dan mau capainya bagaimana. Kalau masih ragu, kosongkan gelas—giat belajar dan lihat peluang dari sudut pandang baru,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kerja keras saja tidak cukup, tetapi harus dibarengi kerja cerdas di tempat yang tepat.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved