Imbas Konflik Timur Tengah, Forum Internet Global ICANN87 Resmi Dipindah dari Oman ke Bali

Situasi geopolitik yang kian memanas dan penuh ketidakpastian di kawasan Timur Tengah berdampak langsung pada perubahan agenda internasional.

Tayang:
Editor: Sudarma Adi
Istimewa
Acara bertajuk ICANN87 Annual General Meeting (AGM) tersebut dijadwalkan berlangsung pada 17–22 Oktober 2026. Keputusan pemindahan ini diambil lantaran eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, serta sebagian besar negara Teluk, memicu kekhawatiran dari para calon peserta. Guna menjaga antusiasme dan keamanan partisipan, ICANN memutuskan Bali sebagai lokasi pengganti yang dinilai lebih kondusif. 
Ringkasan Berita:
  • Pemindahan Lokasi Acara: Pertemuan tahunan akbar ICANN87 Annual General Meeting (AGM) resmi dipindahkan dari Muscat, Oman, ke Nusa Dua, Bali, Indonesia, dan dijadwalkan berlangsung pada 17–22 Oktober 2026.
  • Faktor Geopolitik: Pemindahan dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah (melibatkan Iran, AS, Israel, dan negara Teluk) demi menjamin keamanan dan kenyamanan ribuan partisipan global.

TRIBUNJATIM.COM, SEVILLE - Situasi geopolitik yang kian memanas dan penuh ketidakpastian di kawasan Timur Tengah berdampak langsung pada perubahan agenda internasional.

Pertemuan penting mengenai tata kelola internet global yang diprakarsai oleh Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN), resmi dipindahkan dari Muscat, Oman, ke Nusa Dua, Bali, Indonesia.

Acara bertajuk ICANN87 Annual General Meeting (AGM) tersebut dijadwalkan bakal mengguncang Pulau Dewata pada 17–22 Oktober 2026 mendatang.

Keputusan pemindahan ini diambil lantaran eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, Israel, serta sebagian besar negara Teluk, memicu kekhawatiran besar dari para calon peserta. Guna menjaga antusiasme dan menjamin keamanan partisipan, ICANN memutuskan Bali sebagai lokasi pengganti yang dinilai jauh lebih kondusif dan aman.

Keputusan Resmi Diketok di Sela ICANN86 Spanyol

Kepastian penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah disepakati dalam pertemuan tertutup antara pejabat tinggi ICANN dengan delegasi Indonesia yang terdiri dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) serta Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI). Pertemuan strategis tersebut berlangsung di sela pergelaran ICANN86 di Seville, Andalusia, Spanyol, pada Selasa (9/6/2026).

Baca juga: Usung Semangat Energize, Rakerwil APJII Jatim 2026 Dorong Internet Jadi Objek Vital Nasional

Dalam pertemuan tersebut, tim ICANN dipimpin langsung oleh Vice President ICANN Samiran Gupta. Sementara itu, delegasi Indonesia dipimpin oleh Ketua Dewan Pengawas PANDI Prof. Hammam Riza, Direktur Pengawasan Ruang Digital (Wasdig) Kemenkomdigi Teguh Arifiyadi, serta Ketua PANDI Isnawan Aslam.

"Kami meminta kepada PANDI, khususnya di bawah kepengurusan yang baru, untuk segera bersiap dan bekerja sama dengan ICANN demi menyukseskan ICANN87 di Bali," ujar Samiran Gupta dalam pertemuan tersebut. Mandat penting ini pun langsung disambut hangat oleh pihak Kemenkomdigi.

"Penunjukan ini merupakan bentuk kepercayaan tinggi dari komunitas internasional terhadap Indonesia. Kementerian Komdigi bersama PANDI sebagai co-host siap menyukseskan agenda besar ini dengan dukungan mitra lokal serta komunitas internet Indonesia," tegas Teguh Arifiyadi.

Teguh menambahkan, sekembalinya ke tanah air, pihaknya akan segera melaporkan mandat internasional ini kepada Menkomdigi Meutya Hafid dan Dirjen Wasdig Alexander Sabar.

RI Siap Jadi Local Host, 1.500 Delegasi Dunia Siap Hadir

Ketua Dewan Pengawas PANDI, Hammam Riza, menegaskan kesiapan Indonesia selaku local host. Meski waktu persiapan yang tersisa terhitung singkat—yakni hanya sekitar empat bulan—ia optimistis dengan kolaborasi lintas sektor, agenda ini dapat berjalan lancar tanpa kendala.

Hal senada diungkapkan oleh Ashwin Sasongko Sastrosubroto, perwakilan Indonesia di Governmental Advisory Committee (GAC) ICANN. Mantan Dirjen Komdigi yang kini aktif di BRIN tersebut menjelaskan bahwa AGM merupakan pertemuan tahunan paling krusial di ICANN karena mengusung konsep multistakeholder.

"Ini adalah kesempatan bagi semua pihak untuk menyampaikan berbagai dinamika, mulai dari perkenalan hingga problem teknologi internet yang dihadapi. Salah satu agenda terpenting adalah Open Forum, di mana Board of Directors (BOD) ICANN akan mendengar langsung masukan dari para pemangku kepentingan IT global," jelas Ashwin.

Sebagai informasi, AGM ICANN merupakan forum akbar tahunan organisasi nirlaba global tersebut yang berfungsi mengatur sistem penamaan domain (DNS) dan pengalokasian alamat IP—dua pilar utama infrastruktur internet dunia. Pertemuan di Bali mendatang diperkirakan akan dihadiri oleh sedikitnya 1.500 peserta yang merupakan delegasi dari 150 negara.

Di sela-sela momentum pengumuman tersebut, delegasi Indonesia juga secara resmi memperkenalkan jajaran kepengurusan baru PANDI yang telah disahkan oleh Dirjen AHU Kementerian Hukum. Struktur kepengurusan anyar tersebut dipimpin oleh Isnawan Aslam (Ketua), didampingi oleh Ery Punta Hendraswara (Sekretaris), dan Andi Mohammad Natsir Amal.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved