Sejarah di Jatim

Asal Usul Langgar Gantung Blitar, Warisan Sejarah Islam Laskar Diponegoro yang Terlupakan

Musala An Nur atau lebih dikenal dengan sebutan Langgar Gantung menjadi salah satu saksi jejak penyebaran Islam di wilayah Kota Blitar. 

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Arie Noer Rachmawati
Tribun Jatim Network/Samsul Hadi
LANGGAR GANTUNG - Musala An Nur atau lebih dikenal dengan sebutan Langgar Gantung menjadi salah satu saksi jejak penyebaran Islam di wilayah Kota Blitar. Lokasinya berada di Kelurahan Plosokerep, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Selasa (24/2/2026). Kondisi bangunan Langgar Gantung hampir 90 persen masih bangunan asli ketika kali pertama didirikan.  

Kondisi bangunan Langgar Gantung hampir 90 persen masih bangunan asli ketika kali pertama didirikan. 

Konstruksi bangunan Langgar Gantung terbuat dari bahan kayu dan bambu. 

Desain bangunan Langgar Gantung sebenarnya mirip rumah panggung.

Pondasi bangunan tidak ditanam ke dalam tanah, tapi diletakan di atas umpak. 

Model bangunan seperti itu yang kemudian membuat Musala An Nur lebih dikenal dengan sebutan Langgar Gantung.

"Sebenarnya, bangunannya bukan digantung, tapi model bangunan rumah panggung. Pondasinya tidak ditanam di dalam tanah, tapi di atas umpak. Model ini dinamakan gantung," kata Isman. 

Menurutnya, model bangunan musala dibuat seperti rumah panggung karena dulu di lokasi masih berupa hutan belantara, belum banyak rumah penduduk. 

Model bangunan rumah panggung ini untuk menghindari adanya ular maupun hinatang buas lainnya di lokasi.

Dikatakannya, sampai sekarang, kondisi bangunan Langgar Gantung masih banyak yang asli seperti ketika awal berdiri. 

Bagian pilar, gawang, pintu, dan jendela musala masih kayu asli sejak awal bangunan berdiri. 

Dinding musala berbahan anyaman bambu juga masih asli bangunan lama, belum pernah diganti. 

Hanya kayu pada bagian lantai musala sudah ada beberapa yang diganti karena lapuk.

Tangga masuk ke serambi musala juga tambahan bangunan baru. Termasuk tempat wudhu juga merupakan bangunan baru. 

"Musala ini pernah renovasi sekali untuk mengganti reng, usuk, dan genteng. Plafon juga sempat diganti dari bahan asbes, tapi akhirnya kami ganti lagi dengan model asli dari anyaman bambu," ujarnya. 

Baca juga: Kabupaten Blitar dalam Lintasan Sejarah, Pusat Peradaban Sejak Abad ke-10

Langgar Gantung Blitar jejak penyebaran Islam
LANGGAR GANTUNG - Musala An Nur atau lebih dikenal dengan sebutan Langgar Gantung menjadi salah satu saksi jejak penyebaran Islam di wilayah Kota Blitar. Lokasinya berada di Kelurahan Plosokerep, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Selasa (24/2/2026).

Sepi Perhatian Pemerintah

Isman mengatakan, selama ini, perawatan Langgar Gantung dilakukan secara swadaya oleh keturunan keluarga Mbah Irodikoro

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved